MESKIPUN bukan dataran tinggi atau pegunungan, namun Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur bisa dijadikan area perkebunan sayuran dan buah-buahan. Salah satu lokasi yang dijadikan area ini atau disebut Agroguna, terletak persis di samping lokasi penanaman pipa Engineering, Procurement, and Constructions (EPC) 2 sumur Banyuurip, Blok Cepu, di Desa Tikusan, Kecamatan Kapas.
Salah satu karyawan Agroguna, Puji Asnanto, menyampaikan, lahan seluas dua hektar tersebut ditanami sebanyak 13 jenis tanaman baik sayuran maupun buah-buahan. Diantaranya, sawi hijau, tomat, slada, pare, mentimun, pepaya, kangkung darat, bayam merah, gambas, jagung manis, dan jahe.
“Disini semua tanaman dikelola secara organik atau non pestisida,†jelas pria asli Kediri yang dipercaya mengelola Agroguna, Senin (28/10/2013).
Dia menjelaskan, awal adanya Agroguna ini dari hobi si pemilik asli yang beretnis China. Karena kini usianya yang telah lanjut, dan ingin mengkonsumsi buah serta sayur maka memanfaatkan lahan untuk berkebun.
“Ya akhirnya menjadi luas seperti sekarang ini dengan mempekerjakan orang lokal baik petani maupun tenaga lainnya,†tegas Puji yang enggan menyebutkan nama pemilik Agroguna tersebut.
Dia menambahkan, waktu untuk memanen seluruh hasil dari Agroguna ini adalah satu minggu sekali. Setiap panen hasilnya tidak pasti, yakni 200-300 pack dengan isi tiap pack yaitu untuk sayuran adalah 2 ons, dan buah antara 250 gram.
“Misalnya jagung manis tiap pack bisa isi 3 biji ,†tukasnya.
Dia menjelaskan, masing-masing pack dihargai berbeda-beda tergantung jenisnya. Yakni berkisar antara Rp3.500 sampai Rp4.000. Penjualannya di beberapa supermarket Bojonegoro, kepada warga sekitar lokasi Agroguna, serta di Tuban.
“Produk unggulan atau yang paling diminati disini adalah sawi daging, sawi hijau, dan bayam,†tandasnya.
Ayah dua anak ini menuturkan,dalam bercocok tanam sering mengalami kendala yakni cuaca. Karena rata-rata sayuran dan buah-buahan tumbuh subur di daerah yang dingin atau lembab. Oleh sebab itu butuh perawatan ekstra dan intensif agar tidak mati.
“Awalnya ada 30 varietas yang kami tanam, tapi hanya 13 varietas saja mampu bertahan dan tumbuh subur,†tandasnya.
Dia mengungkapkan, beberapa cara ditempuh untuk menghidupkan tanaman tersebut adalah membuat green house, kolam air untuk persediaan air atau tandon air, perawatan intensif dari awal pembibitan sampai pembuahan. (ririn wedia)