SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro- Â Hampir 600 hektare lebih lahan pertanian di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur telah tergerus oleh industri minyak dan gas bumi (Migas). Namun Dinas Pertanian (Disperta) setempat tetap berupaya meningkatkan hasil pertanian dengan cara mengembangkan padi hibrida.
“Kami akan meningkatkan produksi padi dari sekitar 7,5 ton/hektare menjadi sekitar 9,5 ton/hektare dengan memanfaatkan benih padi hibrida,” tegas Kepala Disperta Bojonegoro, Ahmad Jupari kepada SuaraBanyuurip, Selasa (29/10/2013).
Untuk meningkatkan produksi padi di Bojonegoro, Disperta akan melakukan pembagian benih padi hibrida kepada sejumlah petani secara gratis dan bersubsidi. Padi hibrida itu akan dikembangkan di areal persawahan seluas 22.500 hektare. Dengan rincian, sawah yang akan memperoleh benih padi hibrida gratis seluas 10.000 hektare dan benih padi hibrida bersubsidi seluas 12.500 hektare.
“Total 22.500 hektare itu bisa mencapai 247.500 kilogram gabah,” tandas Jupari.
Mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dsihutbun) Bojonegoro ini, mengungkapkan, pendistribusian benih pada petani sudah dilaksanakan mulai  Oktober hingga November mendatang. Pemanfaatan benih unggul itu merupakan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro untuk meningkatkan produksi pertanian ditengah semakin berkurang lahan pertanian akibat industri migas.
” Benih padi hibrida ini punya keunggulan, yaitu produksi padinya tinggi, tahan pada serangan hama dan bulir-bulir padi yang berkualitas bagus,” pungkas Jupari.(rien)