SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Semanding, Tuban memastikan tragedi terjeburnya seorang kakek di salah satu sumur tengah hutan akibat medan untuk mengambil air yang ada di dalam sumur terlalu berat, Rabu (30/10/2013).
Sumur tersebut berada tepat di bawah tebing. Diameter mulut sumur sekitar 1,5 meter, dengan batu-batu yang licin sebagai pijakan untuk mengambil air.
Hal ini diungkapkan Kapolsek Semanding, AKP Mardiyah, kepada sejumlah wartawan saat berada di sekitar lokasi kejadian, yakni Sumur Pahit di Dusun Sumur Pahit, Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
“Karena medan untuk mengambil air yang sulit, sehingga kakek ini terjebur ke dalam sumur,†jelas Mardiyah.
Sebelumnya, Dasiyan (70), warga Dusun Guo Lempes, Desa Bektiharjo Kecamatan Semanding, tewas akibat tenggelam di dalam sumur ini terlihat sedang mengambil rumput disekitar lokasi. Selain itu, kakek ini juga sempat ikut menyantap tumpeng yang dibuat petugas Perhutani, sebelum melakukan penggergajian pohon jati tua yang ada di sekitar lokasi kejadian.
“Mungkin setelah itu korban berniat mengambil air untuk minum,†tambah Mardiyah.
Jenazah kakek ini pertama kali ditemukan oleh Sonto, salah satu petugas hutan yang ada di RPH Sambongrejo, BKPH Jadi, KPH Tuban. Saat itu, sekitar pukul 1 siang Sonto berniat mendatangi sumur tersebut untuk mengambil air. Tapi dia sangat terkejut melihat ada kaki manusia yang terapung di dalam sumur.
“Saya kemudian berteriak meminta tolong kepada teman-teman, warga kemudian juga datang dan saya lapor ke polisi,†jelasnya.
Saat ini, jenazah sudah diserahkan kepada keluarga. Setelah dilakukan identifikasi dan memastikan tidak ada tanda-tanda bekas penganiayaan.
Sedangkan tradisi membuat tumpeng biasa dilakukan petugas maupun warga sebelum memotong kayu dengan usia ratusan tahun.
“Pohonnya tumbang karena terpaan angin, kemudian kami membuat tumpeng dan menyantap bersama sebelum digergaji,†jelas Sonto. (edp)