SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Pembangunan Pangkalan Ikan (PPI) yang berada di Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dibangun menggunakan tiga sumber anggaran. Yakni dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Tuban dan dua operator migas.
Hal ini diungkapkan Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan, M Amenan, ketika berada di Rumah Makan Kayu Manis, Jalan Basuki Rahmat, Kabupaten Tuban.
“Jadi untuk PPI Palang, dibuat dengan tiga sumber anggaran dana,†tegas Amenan, saat diminta Wakil Bupati (Wabup) Tuban, Noor Nahar Hussein, untuk menjelaskan proses pembangunan PPI yang ada di Kecamatan Palang.
Dia menerangkan, selain APBD Tuban, juga berasal dari dua operator migas yakni Operator Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ), pada kisaran tahun 2011 hingga 2012 lalu di Desa Karangagung Baeat, serta dari operator Migas Blok Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL) dengan pembangunan tambat labuh sekitar 184 Meter yang berada di Desa Glodog, kecamatan setempat.
Untuk Kecamatan Palang sendiri, rencananya akan ada dua titik sebagai Pusat Pengembangan Perikanan Tangkap (PPPT). Yaitu berada di Desa Karangagung dan juga di sekitar Desa Glodog dan Desa Palang Kecamatan Palang. Selain itu, PPPT juga berada di Desa Bulu, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban.
“Jadi nanti kita harapkan desa-desa lain di Kecamatan Palang semuanya bersandar dan berpusat ditempat ini,†kata Amenan, mengungkapkan.
Amenan menjelaskan, kalau kebutuhan anggaran untuk proyek PPI di Kecamatan Palang sendiri membutuhkan sekira Rp53.226.000.195, dengan target penyelesaian 5 tahun dengan start penggarapan pada kisaran tahun 2011 lalu.
“Saya tidak tahu rincian nominal dari perusahaan berapa, yang jelas 185 Meter itu di Desa Glodog dibangun MCL,†tandas Amenan.
Sekedar diketahui, wilayah perairan yang berada di Kecamatan Palang, juga merupakan tempat proyek Engineering, Procurement and Constructions (EPC) 3 dan 4 Banyuurip yang dipersiapkan untuk penunjang produksi puncak minyak lapangan banyuurip. Pekerjaan EPC-3 Banyuurip adalah penanaman pipa bawah laut sepanjang 32 Kilometer. Sedangkan EPC-4 adalah pembangunan penampungan minyak (tanker) berkapasitas 1,7 juta barel yang terapung di bawah laut sebelum sebelum diangkut kapal untuk dipasarkan.(edp)