Blora dan Lamongan Diterjang Angin Badai

SuaraBanyuurip.comAli Mustofa/Totok Martono

Blora – Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Rabu (30/10/2013) kemarin petang, telah menumbangkan pohon besar di tepi jalan. Bahkan, di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tiga rumah roboh dan ratusan lainnya rusak berat.

Tiga rumah yang menjadi amuk angin badai itu berada di Desa Tempelemahbang, Kecamatan Jepon. Selain itu puluhan pepohonan juga banyak yang tumbang, beberapa diantaranya menimpa rumah warga. Termasuk pohon besar  yang berada di pingir jalan raya Blora Cepu banyak yang tumbang sehingga mengakibatkan lalu lintas tersendat.

Dari pantauan lapangan, rumah yang roboh itu milik Kasbi RT 4 RW 1, Suti RT 2 RW 1 dan Amin Suyitno RT 2/RW 1. Kondisi rumah itu rata dengan tanah.  Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Bukan hanya rumah warga, beberapa showroom kerajinan handycraf di Lingkungan Ngawenan, Kelurahan Jepon juga porak poranda diterjang angin kencang. Bahkan salah satu showroom mengalami kerusakan terparah karena tertimpa pohon mahoni yang besar.

Baca Juga :   Pep Asset 4 Pastikan Insiden Well Pad A Tertangani Semua

Kondisi parah lainnya juga terlihat pada ratusan perumahan warga yang alami kerusakan ringan hingga berat. Mayoritas genting rumah warga berterbangan disapu angin, selain banyak spanduk dan baliho pinggir jalan raya yang roboh.

Kepala Desa Tempellemahbang Ahmad Syaifudin yang ikut membantu warga, mengaku, belum bisa memastikan jumlah rumah yang rusak parah sebab saat ini masih dilakukan pendataan oleh perangkat desa.

“Kita belum mendata secara keseluruhan, namun bisa diperkirakan kerugian mencapai 300 juta lebih,” kata Syaifuddin.

Sementara di Kabupaten Lamongan, hujan deras disertai angin juga menyebabkan tumbangnya pohon-pohon besar ditepi jalan raya Sekaran-Maduran. Salah satu pohon beringin berusia puluhan tahun roboh dan jatuh melintang dijalan raya. Beruntung saat pohon roboh tidak ada pengendara mobil maupun sepeda motor yang melintas.

Akibatnya lalu lintas sempat mengalami kemacetan hingga satu jam sebelumnya akhirnya petugas memotong batang kayu dengan gergaji mesin.

“Sudah berulangkali saya mengajukan ke PU Cipta Karya agar melakukan pemotongan pohon yang sudah lapuk sebelum musim hujan disepanjang tepi jalan raya sekaran. Namun tidak ada respon, “ kata Camat Sekaran, Yaslihan. (ali/tok)

Baca Juga :   Keputusan Perpanjangan Kontrak 452 PPPK Bojonegoro Angkatan 2021 di Tangan Bupati

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *