Seluruh Anggota Dewan Bojonegoro Akan Diperiksa

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro -  Membahas masalah korupsi sepertinya tidak ada habisnya. Satu persatu kasus korupsi di Bojonegoro terbongkar. Tak heran, jika satu persatu oknum pejabat maupun mantan pejabat pemerintahan menghuni jeruji besi, akibat menikmati uang haram.

Sudah sebulan terakhir ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro melakukan penyelidikan berbau korupsi yang terjadi di Sekretarit DPRD Bojonegoro, Jawa Timur. Diduga dana untuk program Bimbingan Teknis (Bimtek), Sosialisasi Perundang-undangan, serta pengadaan dan perawatan mobil dinas Dewan tahun 2012 lalu diselewengkan.

Sedikitnya sudah ada lima orang dari Sekretariat DPRD yang dipanggil untuk dimintai klarifikasi atas dugaan korupsi ini. Lima orang diantaranya inisial : VN, Bendahara Sekretariat Dewan (Setwan) ; HT, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Sosialisasi Undang-undang ; PL, Kasubbag Keuangan ; ST, staf Kasubbag Keuangan, dan MS, staf pengadaan mobil dinas.

Panggilan penyidik Kejari ini masih untuk mencari indikasi pelanggarannya dengan meminta klarifikasi kepada pihak yang bersangkutan. “Penyelidikan ini untuk mencari dugaan adanya penyelewengan,” tutur Kasi Intellijen Kejari Bojonegoro, Nusirwan Syahrul.

Baca Juga :   BMKG Sampaikan Pesan Penting Pergantian Musim

Dari hasil pemeriksaan sementara, selama satu tahun, yakni pada tahun 2012 Dewan telah melakukan Bimtek sebanyak enam kali dengan jumlah anggaran sekitar Rp4 miliar. Selain Bimtek, untuk sosialisasi perundang-undangan selama empat kali sebesar kurang lebih sekitar Rp2,7 miliar.

Nusirwan menambahkan, belum diketahui secara pasti indikasi penyelewengan yang dilakukan dalam bentuk fiktif atau ada mark up anggaran. Setelah selesai melakukan proses penyelidikan ini pihaknya baru bisa menentukan jenis penyelewengan yang dilakukan.

“Kita masih selidiki apakah mark up atau fiktif,” terangnya.

Dalam tahap penyelidikan ini, Kejari masih belum bisa memberikan kesimpulan sementara. Sebab, penyelidikan baru dimulai dengan mengumpulkan bahan keterangan (Pulbaket).

“Perlu secara kronologis kejadian dugaan adanya penyelewengan dana tersebut, sehingga pihaknya masih mencari bentuk penyimpangan,” tegasnya.

Nusirwan menambahkan, akan terus mengumpulkan barang bukti dan keterangan untuk penyelidikan lebih lanjut. Bahkan, juga akan memanggil seluruh anggota dewan untuk dimintai konfirmasi lebih dalam.

“Ya,  nanti semua anggota Dewan akan kami panggil,” tambahnya. (rien)

Baca Juga :   Tambang Kapur Ambruk, Satu Pekerja Belum Ditemukan

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *