SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Selain mengeluhkan kerusakan rumah akibat aktifitas pengeboran, beberapa warga Desa Sumber, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur juga merasa mual-mual. Mereka menduga akibat adanya asap, dan bau yang diduga berasal dari lokasi pengeboran sumur Sumber 1.
Kondisi tersebut mereka rasakan sejak tiga hari terakhir, pasalnya mereka kerap mencium bau yang tidak sedap dari lokasi pengeboran. Hal inilah yang menjadi pemicu rasa mual dan pusing yang banyak dikeluhkan warga.
“Warga sini banyak yang merasakan mual, baunya sangat tidak enak,†terang Kaswadi (45), salah satu warga Desa Sumber, kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (2/11/2013).
Warga mengaku, bahwa sudah pernah mengungkapkan permasalahan ini kepada Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ), operator Blok Tuban yang juga mengelola sumur Sumber. Bahkan, sudah ada beberapa kesepakatan yang mereka buat supaya hal ini tidak dirasakan warga.
“Kesepakatannya adalah pengeboran jangan dilakukan pada malam hari, serta sebisa mungkin menghindari pengeboran saat angin berhembus ke arah utara,†jelas Kaswadi.
Masih menurut Kaswadi, kalau pengeboran dilakukan pada malam hari akan mengganggu ketenangan warga. Sementara apabila pengeboran dilakukan pada saat angin berhembus ke utara, maka asap dari pengeboran itu akan masuk ke rumah-rumah milik warga yang berada tepat di utara lokasi pengeboran.
“Kalau angin di utara, asapnya bisa sampai masuk ke dalam rumah,†jelas Triyono.
Sekretaris Desa (Sekdes) Sumber, Triyono, mengatakan hal yang sama. Apabila sejak pengeboran di tempat ini dilakukan, maka warga desa setempat kerap merasa mual akibat mencium bau yang tidak sedap.
“Kita minta ini diperhatikan juga, sebelum pengeboran dilanjutkan,†tandas Triyono.
Sementara itu, aktifitas pengeboran di sumur Sumber 1 oleh JOB PPEJ saat ini dihentikan sementara waktu. Operator lebih memilih untuk menuruti keinginan warga dan mengatakan, akan melakukan evaluasi kembali sebelum melanjutkan pengeboran. (edp)