Pembebasan Lahan Lapter Ngloram Terkatung-katung

SuaraBanyuurip.com - Ali Musthofa

Blora –   Pembebasan lahan milik warga untuk pengembangan Lapangan Terbang (Lapter) Ngloram di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah yang ditargetkan selesai tahun ini terancam batal terlaksana. Pasalnya, hingga saat ini, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) belum menyerahkan dokumennya ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Blora, Djati Harsono kepada SuaraBanyuurip.com, Senin(4/11/2013), mengatakan, hingga saat ini Pemkab Blora belum bisa melanjutkan ke tahap sosialisasi ke warga dikarenakan dokumennya belum diserahkan oleh Kementerian ESDM.

“Pembebasan lahan untuk Lapangan Terbang Ngloram belum dimulai. Karena dokumen-dokumennya belum ada,” kata Djati Harsono.

Seperti disampaikan sebelumnya, bahwa anggaran pembebasan tanah sepenuhnya dari Pemerintah Pusat yang dialokasikan dalam APBN 2013. Anggaran ini berada di Kementerian ESDM.

“Kemungkinan besar tahun ini pembebasan lahannya belum tuntas. Oleh karena itu, anggarannya akan kembali lagi ke Negara,” tegas Djati.

Dia menerangkan, dokumen-dokumen pembebasan lahan lapter menjadi pijakan tahap lanjutan ke pembebasan lahan milik warga.

Baca Juga :   Dewan Pengupahan Rekom UMK Bojonegoro 2024 Naik 4,82 Persen

“Masih di Kementerian ESDM, dokumen disana semua dan belum masuk ke Pemda. Blora dan ijin belum diajukan. Jadi belum ada langkah-langkah melanjutkan hasil rapat yang lalu,” ujar Djati.

Untuk diketahui, pembebasan lahan ini berpijak pada sosialisasi yang dilakukan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jawa Tengah, Kamis (18/7) lalu di Hotel Grand Mega Cepu tentang Undang-Undang No. 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum.

Dalam pertemuan itu terungkap untuk membuat dokumen perencanaan pengadaan tanah dari instansi yang memerlukan tanah. Kemudian dokumen diajukan kepada Gubernur Jawa Tengah dan membentuk tim persiapan. Tim dan sekretariat, terdiri dari SekKab Blora Sutikno Slamet selaku Ketua, Wakil Ketua Asisten Pemerintahan, Pramono, Kabag Tata Pemerintahan Setda Kab. Blora, Sugiyono selaku Sekretaris.

Sedangkan tim ini juga beranggotakan kepala Badan Pertanahan Nasional Blora, Djati Harsono, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Sam Gautama, Kepala Badan Lingkungan Hidup, Adi Purwanto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bondan Sukarno, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Perikanan, Sutikno Slamet.

Baca Juga :   Lima Pelajar Terjaring Operasi Sayang

Kemudian Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral, Setyo Edi, Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika, Slamet Pamuji, Kabag Hukum Setda Kab. Blora, Akhmad Khaidar Ali, Muspika Kecamatan Cepu dan Kepala Desa Ngloram.

Kepala Bidang Pemanfaatan, Pengalihan dan Penghapusan Lahan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Sri Utami, sebelumnya mengatakan, tahap awal persiapan pembangunan Lapter Ngloram dalam pembebasan lahan di sekitar bandara diharapkan bisa selesai tahun ini.

Sedangkan pengaktifan kembali Bandara Ngloram ini akan membutuhkan pengembangan lahan hingga 60 hektar. Artinya, bukan hanya tanah milik warga Ngloram saja yang terkena pembebasan, namun hingga ke Desa Klagen, Kecamatan Kedungtuban.

Banyaknya lahan yang dibutuhkan itu karena akan adanya penambahan panjang landasan pacu pesawat (runway) menjadi 2200 meter. Sedangkan saat ini landasan pacu yang sudah ada baru sepanjang 900 meter.(ali)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *