SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Stitma, Tuban, Jawa Timur, meminta supaya Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban, Syaiful Hadi, dipecat dari jabatannya, Senin (4/11/2013).
Permintaan belasan mahasiswa ini diwujudkan dengan melakukan aksi unjuk rasa di halaman Pemkab Tuban. Mereka datang dengan membentangkan sejumlah poster berisi keprihatinan atas banyaknya kasus gizi buruk di wilayah Tuban yang saat ini mencapai 370 kasus pada tahun ini.
“Kami melihat Pemkab terlalu lamban, bahkan tidak ada keprihatinan sama sekali kepada penderita gizi buruk,” teriak Fathurrahman, ketua PK PMII Stitma Tuban.
Mereka menilai, Dinkes tidak pernah melakukan tindakan nyata untuk menangani kasus gizi buruk di wilayhanya. Padahal data tersebut merupakan data yang muncul dari Dinkes .
“Kami baca dari media, bahkan ada Balita dari kecamatan Kerek yang harus merenggang nyawa karena terlambat mendapat penanganan,” tegeas Fathur.
Untuk itu, PMII meminta Bupati Tuban, Fathul Huda, memecat Kepala Dinkes, Syaiful Hadi karena dianggap tidak pernah melakukan penanganan dan tindakan terhadap penderita gizi buruk ini. Apalagi penyalurkan beberapa program sangat tidak tepat sasaran.
Dalam aksinya massa menuntut untuk bisa bertemu dengan Bupati Tuban. Meski sempat bersitegang dengan petugas kepolisian di halaman Pemkab Tuban, akhirnya mereka ditemui Wakil Bupati (Wabup) Tuban, Noor Nahar Hussein, di kantornya.
Kepada para mahasiswa, Noor Nahar Hussein, mengatakan kalau pemecatan kepala Dinas tidak bisa serta merta dilakukan. Karena masih perlu melihat permasalahan ini dari beberapa sisi.
Meski begitu, Noor Nahar mengatakan, kalau banyaknya kasus gizi buruk dan meninggalnya balita akibat mengidap gizi buruk merupakan preseden buruk dari Pemkab Tuban.
Untuk itu, Wabup berjanji akan segera meng instruksikan kepada dinas terkait untuk melakukan evaluasi kinerja supaya kasus serupa tidak terjadi lagi di Pemkab Tuban.
“Setelah ini, setiap menemukan kasus gizi buruk kami minta mahasiswa langsung melaporkan kasus ini kepada kami supaya bisa cepat ditangani,” tambah Noor Nahar Hussein.
Sebelumnya, Andika Amirul Fuad (1,5) Balita asal Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, merenggang nyawa akibat mengidap gizi buruk. Selain itu, Kepala Dinkes Tuban, Syaiful Hadi, mengatakan kalau sebenarnya di Tuban ada sekitar 370 kasus yang serupa.(edp)