SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Jawa Timur mengharap kerja sama yang baik antara Kontraktor Kontrak Kerjasama (K3S) dan kontraktornya yang mengerjakan proyek minyak dan gas bumi (Migas) di wilayah setempat.
Sebab saat ini ada Mobil Cepu Limited (MCL), operator Migas Blok Cepu, Joint Operating Body Pertamina – Petrochina East Java (JOB P-PEJ), operator migas Sukowati, Blok Tuban, Pertamina EP Asset 4, operator Sumur Tiung Biru (TBR) dan PEPC operator unitisasi Gas Jambaran – Tiung Biru (JTB).
“Selama ini kepedulian dari kontraktor proyek migas masih rendah,” tegas Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Syukur Prianto, Sabtu (9/11/2013).
Politisi Partai Demokrat ini mencontohkan, seperti  keberadaan BUMD Bojonegoro, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) belum maksimal dalam keterlibatan di proyek migas seperti Blok Cepu. Padahal PT BBS ini merupakan wadah lokal yang seharusnya dapat berperan aktif dalam keterlibatan pengembangan lapangan migas di Bumi Angling Dharma.
“Tanya saja BBS dapat apa di proyek Blok Cepu. Bagi kami masih sangat memprihatinkan karena belum ada kepedulian dari operator dan kontraktornya,” tandas Syukur, mengungkapkan.
Terpisah, Direktur Utama PT BBS, Deddy Afidik, mengatakan, selama ini hanya mendapatkan satu paket proyek Blok Cepu yakni pengadaan bahan bakar minyak non subsidi sebanyak 1 juta liter perbulan dari kontraktor Engineering, Procurement and Construction (EPC)- 2 Banyuurip PT IKPT – Kelsri.
“BBM itu untuk operasional kontraktor selama mengerjakan proyek,” tukas Deddy.
Selain itu juga mengikuti tender di EPC 5 oleh PT Rekind-Hutama Karya berupa paket pekerjaan pembangunan pagar 9 km. Pernah mengikuti tender EPC 1 PT Tripatra-Samsung tapi harga yang ditawarkan tidak realistis.
“Kedepan kami akan terus berupaya ikut serta dalam proyek migas,dengan beberapa perencanaan tentunya,” pungkasnya.(rien)