SuaraBanyuurip.com – Suko Nugroho
Bojonegoro- Pembacokan terhadap M. Zainul Ikhwan (19), asal Desa Jumput, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, oleh sekelompok anggota perguruan silat pada Senin (11/11/2013) malam kemarin, mendapat kecaman Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB).
“FKUB sangat mnyayangkan terjadinya kekerasan yg memakan korban. Karena atas nama apapun kekerasan tidak dibenarkan dan tidak bisa dibiarkan,†tegas pengurus FKUB Bojonegoro, Hasan Bisri melalui backberry massenger (BBM) yang dikirimkan kepada suarabanyuurip.com, Selasa (12/11/2013) malam.
Atas kejadian kekerasan itu, dia mendesak, agar aparat berwenang menindak tegas pelaku pembacokan. Desakan itu bukan dikarenakan yang menjadi korban adalah Staf FKUB Bojonegoro, melainkan lebih pada tindakan yang dilakukan sekelompok anggota perguruan silat sudah mengancam nyawa sesorang.
“Apapun alasannya FKUB menolak kekerasan. Apalagi agama juga melarang segala bentuk kekerasan,†kata Ketua GP Ansor Bojnegoro ini.
Seperti diketahui, akibat pembacokan itu korban mengalami luka sabetan di bagian paha sebelah kiri dan mendapat 8 jahitan dan luka di bagian kepala dengan empat jahitan. Korban saat ini dirawat di Rumah Sakit Aisyiyah. Peristiwa pembacokan itu terjadi saat korban sedang minum kopi di salah satu warung lesehan di sekitar Alun-alun Bojonegoro kemarin malam.(suko)