SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Usia jembatan Pantura di Desa Boncong, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang ambles siang tadi, ternyata masih baru. Pasalnya itu baru saja diperbaiki pada tahun 2007 lalu.
Hal itu diketahui dengan adanya catatan pembuatan yang lazimnya disertakan ketika infrastruktur dibuat. Dibawah jembatan, ada tulisan (WIKA) DT H56-W210-L551, kemudian 15 11 07. Tulisan itu diduga adalah 15 Nopember 2007, sebagai tanda angka perbaikan, serta ada nomor seri 5500003.
Sementara disisi jembatan, juga tertera kalau penggantian jembatan ini dilakukan pada tahun 1992 hingga tahun 1993 lalu.Â
Petugas Pengerjaan Umum (PU) Bina Marga, Tuban, Yoyok, membenarkan kalau jembatan tersebut pernah diperbaiki pada tahun 2007 lalu.
“Jembatan ini pernah mengalami perbaikan sekitar tahun 2007, kalau membangunya pada taun 1992,†kata Yoyok, menjelaskan.
Sementara Kepala PU Bina Marga Kabupaten Tuban, Adi Wibowo, mengatakan, kalau rusaknya jembatan akibat banyaknya tonase kendaraan yang melebihi kapasitas yang melalui jembatan tersebut. Sesuai kekuatannya, bobot maksimun jembatan Boncong adalah 10 ton.
“Ini bergeser akibat beban maksimum kendaraan, sehingga tumpuan yang dibawah tidak kuat menyangga beban,†sambung Adi, sambil menunjuk beton jembatan yang ambles.
Ditanya peranan jembatan timbang, Adi enggan berkomentar banyak. Hanya dia mengatakan kalau kendaraan yang melintas di jalur tersebut banyak yang melebihi kapasitas maksimum.
“Kalau soal jembatan timbang, saya rasa bapak bisa lihat sendiri kalau kendaraan banyak yang melebihi berat maksimum,†tambahnya.
Saat ini, PU Bina Marga masih berupaya untuk mengangkat secara darurat jembatan yang ambles tersebut. Karena saat ini kondisi jembatan masih berbahaya untuk dilalui kendaraan besar meski hanya satu arah.
“Masih kita coba tangani, saat ini masih bahaya untuk dilalui kendaraan besar meski hanya satu arah,†tambahnya.(edp)