Petani Sekitar Sumur ATW Mulai Bertanam

petani ATW

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Hujan yang mengguyur Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur beberapa hari ini dimanfaatkan petani tadah hujan di wilayah setempat untuk bersiap-siap bercocok tanam. Mereka mulai membersihakan sawah ladangnya yang sebelumnya dibiarkan bero (kosong tidak ditanami) karena musim kemarau.

Seperti yang dilakukan petani Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem. Mereka mulai menggarap lahannya yang berada di sekitar sumur minyak Alas Tua Barat (Alas Tua West/ATW), Blok Cepu dengan membersihkan rumput dengan cangkul. Bahkan, sebagian lagi, petani sudah menabur benih dan membersihkan rumput dibawah tanaman jagung yang mulai tumbuh.

Seorang warga Dusun Soko, Desa Sendangharjo, Kasan, mengatakan, pembersihan lahan ini sebagai persiapan untuk menggarap sawahnya karena saat ini sudah mulai memasuki musim penghujan. Selama ini, petani di wilayah Desa Sendangharjo hanya mengandalkan air hujan untuk dapat mengolah lahan persawahannya.

“Sementara saya semprot dulu rumputnya Pak, agar rumputnya cepet mati,” kata Kasan saat ditemui di lahan persawahanya yang berada di timur lokasi sumur minyak ATW, Selasa (12/11/2013).

Baca Juga :   Dua Orang CJH Blora Meninggal

Pria yang berdomisili di RT 21 itu mengaku, lahan pertaniannya itu seluas kurang lebih seperempat hektar. Sedangkan, musim penghujan di wilayah Kecamatan Ngasem sudah mulai sejak akir bulan September 2013 lalu.

“Kalau sekarang dibersihkan nanti ketika hujan turun mudah untuk dibajak,” sergahnya.
Warga lain, Nyomi, menambahkan, rencananya lahan pertaniannya itu akan ditanami padi.

Hanya saja kesulitan yang sering dialami dalam setiap tahunnya adalah kebutuhan pupuk dan obat-obat pertanian disaat memasuki musim tanam.

“Maunya nanti saya tanami padi, Pak. Tapi, sementara saya tanami jagung dan kacang hijau dulu. Sambil menunggu sawah mudah digarap,” imbuh Nyomi menerangkan.

Wanita yang juga berdomisili di Dusun Soko, Desa Sendangharjo tersebut berharap, agar kebutuhan pertanian tahun ini bisa tercukupi. Sehingga tanaman padi nantinya bisa tumbuh subur dan menghasilkan panen yang memuaskan.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *