Truk Besar Dilarang Lewat Pantura Tuban

ambles

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Akibat ambrolnya sebagian sisi jembatan di Jalur Pantura, tepatnya Desa Boncong, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, saat ini kendaraan truk besar dilarang untuk melintas di Jalur Pantura Tuban, Selasa (12/11/2013).

“Kita akan larang truk ataupun kendaraan besar untuk melintas di Jalur Pantura saat ini,” terang KBO Satlantas Polres Tuban, Ipda Agus Edi Pranoto, kepada SuaraBanyuurip.com di lokasi jembatan Boncong.

Larangan ini muncul karena kekhawatiran petugas ambrolnya jembatan akan semakin parah. Karena sejak diketahui ambrol pada pukul 11 siang tadi, saat ini lebar dan panjang sisi jembatan yang ambrol diketahui semakin parah. Terlebih ketika kendaraan besar dengan sarat muatan melintas sisi lain dari jembatan.

“Lebar jembatan yang ambrol sekarang 2,5 meter, dengan panjang sekitar 5 meter,” jelas Agus.

Untuk itu, mulai sore ini diperkirakan akan ada pengalihan arus. Kendaraan besar yang berasal dari arah Rembang, Jawa Tengah, akan diarahkan menuju jalur alternatif dengan melintasi Kecamatan Jatirogo kemudian menuju Kabupaten Bojonegoro, sementara kendaraan dari arah timur (Lamongan dan sekitarnya) akan dialihkan dari Kecamatan Babat, Lamongan langsung menuju ke Kabupaten Bojonegoro.

Baca Juga :   JOB P-PEJ Belum Bantu Air Bersih

“Ini kami lakukan supaya kerusakan tidak semakin parah,” tambah Agus.

Hal ini dilakukan, sampai ada keputusan dari tim Bina Marga. Apakah ambrolnya jembatan dipastikan tidak membahayakan pengendara.

“Kita akan larang, sampai bina marga memastikan jembatan ini sudah bisa dilewati,” tandas Agus.

Sementara itu, kemacetan di Jalur Pantura semakin parah. Saat ini, antrian kendaraan mengular hingga 20 Kilometer. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *