SuaraBanyuurip.com –Â D Suko Nugroho
Bojonegoro – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur, PT. Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) mengambil alih pengelolaan pabrik pengolahan jagung di Desa Dander, Kecamatan Dander. Pabrik itu saat ini dikelola menjadi pabrik pengolahan singkong yang memproduksi tepung kasava.
“Baru sekitar empat bulan kita mulai memproduksi tepung,” kata Leader Divisi Agrobisnis PT. BBS, Nikita Gabbie Putri.
Saat ini, pabrik itu setiap harinya mampu memproduksi 1 ton tepung kasava. Dengan pemasaran ke Sidoarjo dan Mojokerto. Hasil produksi tepung Bojonegoro itu dijual dengan harga Rp3000 per kilo gramnya (Kg).
“Tapi kita juga sedang melakukan penjajakan ke luar negeri,” sergah lajang lulusan Institute Pertanian Bogor (IPB) itu.
Untuk bahan baku, BBS membeli singkong hasil petani Bojonegoro. Dengan harga Rp1600- Rp2100 per kilo gram (Kg). Singkong tersebut sudah dalam bentuk gaplek dengan kadar air di bawah 15 persen.
“Sebenarnya banyak perusahaan yang ingin bekerja sama untuk membeli hasil tepung dari kita. Namun kita belum bisa memenuhi permintaan karena masih minimnya bahan baku,” ungkap Nikita.
Untuk meningkatkan bahan baku, BBS saat ini tengah melakukan beberapa upaya. Diantaranya mengumpulkan petugas penyuluh lapangan (PPL) di masing-masing kecamatan untuk mengembangkan singkong. Selain itu melakukan kerja sama dengan perhutani dan Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro dalam budidaya singkong.
Untuk kerja sama dengan Perhutani saat ini mulai dikembangkan tanaman singkong jenis UJ – 5 di lahan hutan seluas 10,5 hektar. Sedangkan dengan Disperta dikembangkan singkong jenis Adira dilahan seluas 15 hektar yang tersebar di 7 lokasi.
Yakni Kecamatan Ngambon, Margomulyo, Bubulan, Dander, Ngasem dan Gondang. Keunggulan singkong Adira ini, selin cocok dengan jenis tanah Bojonegoro, produksinya 1 hektar bisa mencapai  40 sampai 60 ton dengan sistim double row.
“Kita harapkan dengan semkin banyaknya petani yang menanam singkong stok kita juga akan semakin banyak. Sehingga bisa mencukupi permintaan pasar,” pungkas Nikita.(suko)