SuaraBanyuurip.com – Ali Musthofa
Blora – Merebaknya judi jenis Toto Gelap (Togel) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah akhir-akhir ini membuat jajaran Polres setempat gerah. Ulah para bandar dan agen judi berbasis di Malaysia itu mulai meresahkan warga.
Kapolres Blora, AKBP Mujiyono, kepada wartawan menyatakaan perang terhadap aktivitas penyakit di masyarakat tersebut. Dia mengingatkan kepada seluruh jajarannya untuk menindak tegas pelanggaran hukum ini.
“Kami akan terus menindak sesuai dengan hukum yang berlaku bagi para penjudi jenis apapun, termasuk judi kupon togel yang kini sedang merebak,†tandas Mujiyono.
Mujiyono mengaku baru-baru  ini sudah 3 pengecer judi togel yang tertangkap basah dan ditahan di Mapolres Blora. Mereka adalah Pujianto, warga RT 1 RW 1 Desa Tempurejo, Kecamatan Kota, Blora; Ngari warga RT 6 RW 1 Desa Jagong, Kecamatan Kunduran; dan Sutrisno warga RT 4 RW 1 Desa Karangrejo, Kecamatan Kunduran.
Penangkapan yang dilakukan tim dari  Unit 3 Satreskrim Polres Blora yang dipimpin Iptu Heri menyita ratusan buku kupon togel, kertas ramalan, uang sejumlah Rp3,4 juta serta sejumlah barang bukti lain. Sat ini ketiganya masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Blora.
Dia katakan, dari  tersangka Ngari petugas berhasil  memperoleh alat  bukti uang tunai Rp44.000, lima buku rekap, sebuah buku rekapan yang telah terjual, empat lembar rekap bukti pembelian angka, 108 lembar ramalan, 5 lembar rekap angka dan lainnya.
Sementara itu dari tersangka Sutrisno, disita uang sejumlah Rp52.000, 19 buah buku rekap yang masih kosong, 2 buah stapler, sebuah buku rekapan, bolpoin, 9 karet gelang, 13 lembar ramalan, 1 lembar daftar angka yang sudah keluar dan 17 lembar karbon hitam.
“Kami akan tindak tegas para pelaku, karena judi jenis ini sangat meresahkan masyarakat,” tegasnya yang sudah beberapa kali mendapat laporan dari masyarakat. (ali)