SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur akan mencagarkan beberapa situs purbakala yang ada di wilayahnya. Hal itu dilakukan agar keberadaan warisan cagar budaya tersebut bisa dilindungi. Â Â
Sedangkan situs yang akan diajukan menjadi cagar budaya, diantaranya, situs Wotanngare yang telah digali dan diteliti oleh tim dari Balai Arkeologi Yogyakarta pada 28 Juni – 9 Juli 2012 lalu. Dari hasil penggalian (ekskavasi) dan penelitian tahap awal ini ditengarai situs Wotanngare ini ada pada masa kerajaan Majapahit. Penemuan situs Wotanngare berupa fragmen, ukel-ukelan, serta keramik di masa Dinasti Mieng (1368-1644 Masehi).
Kemudian situs Kahyangan Api yang sudah digali dan diteliti oleh tim arkeologi dari Universitas Indonesia (UI) sejak tahun 2010-2011 lalu. Tim arkeologi yang melakukan penelitian ini dipimpin oleh Ali Akbar, pakar arkeologi dari UI.
Dari hasil penggalian dan penelitian diketahui situs Kahyangan Api berupa bangunan candi kuno yang ditengarai sebagai tempat persembahyangan. Situs ini diperkirakan berhubungan erat dengan kerajaan Majapahit.
Selain itu di Kahyangan Api ditemukan, susunan batu bata, gerabah, dan tungku perapian saat ini masih berada di lokasi dekat objek wisata Kahyangan Api, di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro itu.
Selain itu, beberapa lokasi yang akan dijadikan cagar budaya di antaranya adalah Kota Tua di Kecamatan Padangan meliputi rumah dinas Kapolsek Padangan, gapura Masjid Jami’ Padangan (1931), dan rumah kuno (Cina-Eropa).
Selain itu, ada pula lokasi lain yang akan diajukan Pemkab Bojonegoro untuk dijadikan cagar budaya. Seperti Stasiun Besar Kota Bojonegoro. Â
“Situs-situs budaya yang tersebar di beberapa lokasi itu akan diusulkan menjadi cagar budaya yang dilindungi,†ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Bojonegoro, Bambang Suharno.
Bambang berharap agar situs-situs yang ada di Bojonegoro ini bisa terselamatkan dan legenda-legenda yang berhubungan  dengan Bojonegoro bisa terangkum dalam sebuah buku. Sehingga, generasi muda bisa memahami dan mewarisi keberadaan situs budaya tersebut.
Terpisah pakar arkeologi dari UI, Ali Akbar, mengatakan, saat penggalian situs Kahyangan Api di Bojonegoro terungkap keberadaan bangunan kuno. Bentuknya berupa candi di sekitar lokasi objek wisata Kahyangan Api itu perlu penelitian lanjutan.
“Bangunan kuno mirip candi itu bisa jadi ada pada masa Majapahit atau sebelum masa Majapahit. Oleh karena itu, perlu penelitian lebih lanjut,†ujarnya. (rien)