SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Untuk meningkatkan komunikasi antara media dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), mengadakan workshop bersama 40 media nasional yang berada di sekitar wilayah pertambangan, di Hotel Aria, Malang, Sabtu-Minggu (16-17/11/2013).Â
Acara bertema Industri Hulu Minyak dan Gas Bumi Kompleksitas dan Kontribusi untuk Negara. Perhelatan ini akan dihadiri Kepala Humas SKK Migas, Elan Biantoro, Kepala Perwakilan SKK Migas Jabamanusa, Arief Sukmana, dan beberapa perwakilan K3S.
“Bagaimana kompleksitas dan kerja keras kami untuk memberikan kontribusi bagi negara dari sumber daya alam ini,” jelas Elan Biantoro saat memberikan paparan.
Dia jelaskan, ada 9 K3S yang beroperasi di Jawa Timur diantaranya PT Pertamina EP Field Cepu dengan produksi Minyak 1.500 BOPD dan Gas sebesar 3 MMSCFD, JOB P-PEJ dengan produksi minyak sebesar 43.000 BOPD dan gas sebesar 26 MMSCFD, Kodeco Energy Co Ltd dengan produksi minyak sebesar 25.000 MMSCFD, gas sebesar 210 MMSCFD.
Mobil Cepu Ltd (MCL) dengan produksi minyak sebesar 27.000 BOPD dan gas sebesar 8 MMSCFD, Hes dengan produksi sebesar 4500 BOPD dan gas sebesar 65 MMSCFD, Santos dengan produksi minyak sebesar 3500 BOPD dan gas sebesar 172 MMSCFD, Kangean Energy Indonesia dengan produksi minyak sebesar 1.850 BOPD dan gas sebsar 322 MMSCFD, Lapindo Brantas dengan produksi gas sebesar 10 BOPD, dan Camar Resources Canada sebesar 600 BOPD.
“Paling besar nanti di Blok Cepu,” tandasnya.
Dia memaparkan, bagaimana proses pengeboran yang sangat sulit dan panjang. Sehingga tidak banyak perusahaan asing yang datang di Indonesia yang menyerah dan menyerahkan kembali wilayah kerjanya kepada SKK Migas.
“Kalau ada yang berhasil ya dapat uang yang banyak, kalau gagal ya bangkrut,” tandasnya. (rien)