Gagal Memperkosa Nelayan Ditahan Polisi

cabul

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Perilaku bujangan yang satu ini tak layak dijadikan contoh. Andi Restu Setyawan (23), nelayan asal Desa Paciran, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur ini nekad mencoba memperkosa, Ririn (17), bukan nama sebenarnya, gadis yang baru saja dikenalnya.

Ulah cabul yang dilakukan di kebun Belimbing di Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur ini gagal lantaran gadis asal Desa Brondong, Kecamatan Blimbing, Lamongan itu berontak. Andi pun akhirnya ditangkap massa kemudian digiring ke Mapolres Tuban.  

Kejadian bermula ketika Ririn meminta Andi mengantar dirinya ke rumah neneknya yang berada di Kelurahan Doromukti, Kecamatan Kota, Tuban, pada tanggal 17 Nopember 2013 lalu. Pada jam yang ditentukan, kedua insan yang baru kenal selama satu minggu ini pun bertemu di jembatan Sedayu, Lamongan.

Saat sudah masuk wilayah Kabupaten Tuban, pelaku kemudian membelokkan laju motornya melewati jalan pedesaan. Sesampai di kebun Belimbing madu yang berada di Desa Tasikmadu, pelaku kemudian menghentikan kendaraanya dengan alasan ingin buang air kecil.

Baca Juga :   70 TNI Dinyatakan Bebas Narkoba

“Di kebun Belimbing itu pelaku langsung menarik tangan korban dan membaringkan paksa di tanah. Kemudian membekap mulut korban dengan tangan, dan menjamah beberapa bagian sensitif dari tubuh korban,” terang Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Wahyu Hidayat, Senin (18/11/2013).

Mendapat perlakukan tersebut, Ririn langsung berontak dan menendang-nendang. Sial bagi Andi salah satu tendangan calon korbannya tepat mengenai bagian vitalnya. Pemuda kekar itu pun mengaduh kesakitan sambil memegangi bagian terlarangnya, sementara Ririn langsung kabur sambil berteriak-teriak meminta pertolongan.

Warga yang mengetahui ada perempuan muda berteriak meminta pertolongan langsung memberi perlindungan. Bersamaan itu pula warga menangkap Andi yang hendak kabur dengan motornya.

Saat ini Andi ditahan di Mapolres Tuban untuk menjalani pemeriksaan. Dia dijerat dengan UU Perlindungan anak dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *