SuaraBanyuurip.com – Ali Musthofa
 Blora –  Hujan yang mulai mengguyur wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah menjadikan ruas jalan Blora-Cepu mulai banyak yang rusak. Tak hanya di sejumlah titik yang baru saja diperbaiki, kerusakan juga muncul di beberapa lokasi yang sebelumnya tidak tersentuh perbaikan.
Ada banyak faktor yang menyebabkan ruas jalan Provinsi Jawa Tengah yang menghubungkan Kota Blora dengan Cepu tersebut mudah rusak. Selain diduga karena kualitas perbaikan yang kurang bagus, kerusakan tersebut terjadi lantaran kelas jalan yang tidak sebanding dengan beban kendaraan.
Berdasarkan pemantauan SuaraBanyuurip.com di lapangan, Â kerusakan jalan mulai terlihat saat keluar dari Kota Cepu menuju Kota Blora. Dari arah Putuk Tangsi mendekati pesantren Al Muhammad Cepu, pengendara akan menjumpai lubang di tengah jalan.
Meski hanya rusak ringan yakni lubang tersebut tidak dalam, namun warga mengeluhkan karena di titik tersebut beberapa bulan lalu telah diperbaiki oleh petugas dari Bina Marga Jateng.
‘’Kami tidak bisa memastikan apakah kualitas perbaikannya tidak bagus atau beban muatan kendaraan yang berat sehingga jalan ini rusak lagi. Yang pasti beberapa bulan lalu di tempat ini ada perbaikan, tapi sekarang sudah rusak lagi,’’ ujar Tri Juanto, salah seorang warga Cepu.
Ke luar dari gapura Kota Cepu, kerusakan jalan makin banyak. Diawali di sekitar kawasan Sumberagung hingga tikungan perbatasan Kecamatan Cepu dengan Kecamatan Sambong. Padahal di ruas jalan ini juga beberapa bulan lalu telah diperbaiki.
Selanjutnya kerusakan jalan berupa lubang kecil-kecil dijumpai di selepas jembatan timbang Kecamatan Sambong. Mendekati jembatan Kalimodang juga terdapat lubang yang dalamnya rata-rata lima hingga 10 centimeter.
Memasuki kawasan hutan Jati dari arah Cepu menuju Blora, sejumlah lubang di tengah maupun di pinggir jalan kerap menjadi penyebab jatuhnya pengendara sepeda motor. Beberapa titik jalan yang rusak di kawasan hutan diantaranya di sekitar pos Perhutani, Mrico Kecut, turunan setelah Mrico Kecut hingga tikungan pemancar salah satu operator telepon seluler.
‘’Lubangnya memang tidak dalam. Meski demikian hal itu sangat membahayakan pengguna jalan terutama sepeda motor. Pasalnya sebagian besar pengendara kerap memacu sepeda motor dengan kecepatan tinggi, namun tiba-tiba di depan ada lubang,’’ tandas Tri Juanto yang hampir setiap hari melintasi jalan Cepu-Blora.
Memasuki Kecamatan Jiken, kerusakan jalan juga masih dengan mudah dijumpai. Diantaranya di kawasan Cabak, Pertigaan Nglobo hingga tanjakan mendekati gudang KUD Wargo Tani Makmur. Sementara di wilayah Kecamatan Jepon, kerusakan jalan antara lain sebelum pabrik MPS rokok dan di sekitar pasar.
‘’Ini sudah memasuki musim hujan. Guyuran air biasanya akan menyebabkan kerusakan jalan semakin parah. Kami berharap Bina Marga Jateng segera melakukan perbaikan,’’ tambahnya. (ali)