SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Pelaksanaan konser Band D’Masiv dalam rangka perayaan Hari Jadi ke 720 Tuban tadi malam ricuh. Kondisi tersebut ditengarai akibat pengamanan yang dilakukan anggota Brimob dan Dalmas Polda Jatim secara brutal.Â
Brutalnya aparat baju coklat itu menimpa dua wartawan yang melakukan reportase di Alun-alun kota Tuban, tempat perhelatan berlangsung. Jurnalis apers tersebut adalah, Khusni Mubarok, wartawan salah satu TV local, dan Mutohar, wartawan Beritajatim.com, mereka menderita luka memar di bagian kepala dan tangan.
Informasi yang dihimpun dari lokasi menyebut, kericuhan bermula ketika konser dimulai dengan tiba-tiba saja ada keributan sesama penonton. Mengamankan tersebut, puluhan anggota dari Brimob dan Polda Jatim pun langsung turun ke lapangan dan memukuli beberapa penonton yang tertangkap dengan cara membabi buta.
“Saya mengambil gambar saat petugas memukuli para penonton yang tertangkap,” terang Khusni Mubarok.
Hal itu rupanya memantik kemarahan petugas kepolisian, kamera dari Mubarok ini langsung dirampas petugas kepolisian. Tak hanya itu, mereka juga meminta kaset rekaman dan mengapit wartawan ini, serta beberapa kali menendangnya.
“Saya saat mengambil gambar ditenteng dari belakang, mereka meminta kaset dan sempat memukul beberapa kali,” jelas Mubarok, usai terkena pukul polisi.
Melihat ini, beberapa wartawan yang ada di lokasi berusaha melerai. Tapi naas, karena usahanya, Mutohar, wartawan dari Beritajatim.com justru menjadi bulan-bulanan petugas. Ayah satu anak yang akrab disapa Gopar ini sempat dipukul menggunakan tongkat kayu oleh petugas.
“Akibatnya ini benjol, terkena pukulan tongkat petugas,” kata Mutohar.
Menanggapi ini, Kapolres Tuban AKBP Ucu Kuspriyadi berjanji melakukan pengusutan hingga tuntas.
“Saya menyesali kejadian ini, semoga tidak terulang,” kata Ucu Kuspriyadi kepada wartawan. (edp)