SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Sekitar 50 orang wali murid SDN Kalianyar, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa di lokasi SDN setempat. Mereka menolak dimutasinya Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Kalianyar, Warsito, ke sekolah lain, Senin (25/11/2013).
Warga menilai kinerja Warsito sangat baik dan berhasil memajukan pendidikan di desa tersebut. Akan tetapi, Pemkab Bojonegoro pada tanggal 20 November 2013 lalu memutasi Kepsek tersebut.
Salah satu wali murid, Siti Nurlela (33), warga Desa Kalianyar, yang ikut meluruk SDN Kalianyar mengatakan, jika kinerja Warsito sudah tidak diragukan lagi. “Meski letak sekolah di desa tapi sistem pembelajaran tidak kalah dengan sekolah di kota,” ujar Ibu tiga anak ini.
Dia menambahkan, jika selama menjadi Kepsek Warsito telah membangun gedung sekolah menjadi lebih baik. Untuk itulah para wali murid meminta mutasi terhadap Warsito dibatalkan.
“Pokoknya kami ingin Pak Warsito tetap disini,” tandasnya.
Hal senada diungkapkan oleh, Irawati (30), warga lainnya. Dia tidak ingin Kepsek Warsito diganti.
Bahkan, warga mengancam akan mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro beserta dengan wali murid lainnya. “Kalau tuntutan tidak dipenuhi, kami akan bawa massa lebih banyak,” ujar Irawati.
Meski para wali murid memenuhi halaman sekolah, namun aksi ini tidak mengganggu proses belajar mengajar.
Terpisah, Bupati Bojonegoro, Suyoto, mengaku, telah mendapatkan pesan pendek dan surat mengenai aksi protes atas kepindahan Kepsek tersebutala. Namun kepindahan tersebut tentu saja sudah melalui pertimbangan-pertimbangan.
“Karena kami juga percaya dengan Kepala Sekolah yang baru, tanpa meninggalkan rekam jejak Kepala Sekolah yang lama,” tegasnya.
Dia menambahkan, perlu adanya mutasi supaya yang lain menjadi lebih baik. Jangan dulu bersikap skeptis, dan memberi kesempatan pada Kepsek yang baru untuk bekerja.
“Dan baru dievaluasi seperti apa kinerjanya,” pungkasnya. (rien)