SuaraBanyuurip.com – Ali Musthofa
Blora – Keberhasilan pelaksanaan Pembangunan Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah mendapat perhatian dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Perhatian itu diwujudkan dengan penunjukkan PLTS Nglebak sebagai PLTS Percontohan Nasional.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Blora, Setyo Edy  kepada SuaraBanyuurip.com pada Rabu,(27/11/2013). Menurutnya, bukti PLTS Nglebak sebagai percontohan adalah lokasi tersebut ditunjuk sebagai lokasi studi banding oleh Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE). Â
Edy menerangkan, salah satu daeerah yang melakukan studi banding adalah Dinas Pertambangan dan Energi Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah pada Selasa,(26/11/2013) kemarin. Kedatangan mereka ke PLTS Ngeblak adalah untuk belajar tentang pemanfaatan dan pengelolaan listrik komunal di kawasan pelosok desa.
“Kunjungan itu tentunya membuat kita bangga atas keberhasilan pelaksanaan proyek PLTS di Nglebak ini,” kata Edy.
Menurut Edy, dengan dijadikannya PLTS Ngeblak sebagai percontohan, tentunya akan membuka peluang bagi Kabupaten Blora untuk mendapatkan bantuan yang sama untuk lokasi yang beda.
“Kita sudah ajukan penambahan. Kita berharap segera dikabulkan pemerintah pusat,” ungkap Edy.
Edy menjelaskan, penambahan lokasi itu sangat diharapkan oleh Pemkab Blora karena ada sekitar 40 dusun yang tersebar di 15 kecamatan belum teraliri listrik, baik listrik PLN atau listrik dari sumber tenaga lainnya.
“Komitmen kuat untuk memajukan Blora antara lain melalui pengembangan energi Solar Home System (SHS) di bidang penerangan di pedesaan melalui dukungan dana APBN. Dan hal itu pantas di apresiasi oleh semua stekholders,” papar dia.
Proyek pengadaan dan pemasangan sistem listrik rumah tenaga surya (Solar Home System) sangat dibutuhkan di Blora. Dikarenakan melihat potensi energi baru terbarukan di Blora adalah bioenergi dan Matahari.
“Ini potensi yang perlu dan penting dikembangkan dimasa yang akan datang. Apalagi mayoritas dusun atau desa yang belum teraliri listrik itu masuk wilayah terisolir atau kawasan hutan dan perbukitan,” katanya.
Seperti diketahui, Bantuan dari Pemerintah Pusat berupa pembangunan PLTS beserta jaringan ke rumah tangga sasaran di Desa Nglebak ini bisa mencakup penerangan 100 Kepala Keluarga (KK) serta 74 titik penerangan jalan umum.
“Itu bantuan pengajuan di tahun 2011 lalu yang terealisasi di Tahun 2012 kemarin. Alokasi dana mencapai Rp2 miliar. Kita berharap pengajuan penambahan bisa direalisasikan pemerintah melalui APBN,” pungkas Edy.(ali)