Kelangkaan LPG 3 Kg di Bojonegoro Meluas, UMKM dan Rumah Tangga Kelimpungan

Pertamina Patra Niaga
Pertamina Patra Niaga tambah 90.487 tabung LPG 3 kg jelang Lebaran 2026.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com – Kelangkaan Liquefied Petroleum Gas atau LPG 3 Kg di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjelang Idulftri 2026 terus meluas. UMKM dan rumah tangga di sejumlah wilayah kelimpungan mendapat bahan bakar subsidi tersebut.

Suntinah (48), penjual nasi makanan, mengaku kesulitan mendapat LGP 3 Kg sejak seminggu terakhir. Kios pengecer langganya kehabisan stok.

“Stoknya masih kosong sampai hari ini,” ujar warga Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander itu, Selasa (17/3/2026).

Ibu dua anak itu mengungkapkan, harga LPG 3 Kg di kios pengecer biasanya berkisar 20.000-21.000 pertabung.

“Tapi sebelum langka kemarin harganya sudah naik 23 ribu rupiah per tabung. Jadi saya masih punya stok,” ucapnya.

Senada disampaikan Astuti, penjual sayuran dan goreng di sekitar GOR Utama Bojonegoro. Ia menyatakan, akibat langkanya LPG 3 Kg ini dirinya harus membeli sampai ke Bojonegoro kota.

“Kemarin beli di pangkalan di kota, sebab di kios pengecer kosong,” ungkapnya.

Senada disampaikan Santoso. Warga Ngorogunung, Kecamatan Bubulan, itu mengaku kesulitan mendapat LPG 3 Kg, karena stoknya di kios pengecer habis.

Baca Juga :   Warga Bojonegoro Keluhkan Bau Menyengat dari Tempat Penyimpanan Oli Bekas

“Kalau ada info yang jual LPG 3 Kg tolong dikabari. Di sini sudah beberapa hari kosong,” tuturnya.

Kelangkaan LPG 3 Kg sebelumnya juga terjadi di wilayah Kecamatan Ngasem. Selain langka, harga gas lpg melon di Wilayah penghasil gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) ini juga naik dari biasanya.

UMKM dan Ibu rumah tangga berharap pemerintah segera mengatasi kelangkaan LPG 3 Kg, karena sangat dibutuhkan. Apalagi menjelang hari raya Idulfitri sepert ini.

Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus),
Ahad Rahedi sebelumnya menyampaikan, telah menambah penyaluran LPG 3 Kg di Kabupaten Bojonegoro sebanyak 90.487 tabung menjelang Idul Fitri 2026.

“Ada tambahan 8 persen dari rata-rata penyaluran harian,” tegasnya, Senin (16/3/2026) kemarin.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) Bojonegoro, Ahmadi menjelaskan, keterlambatan distribusi LPG 3 Kg terjadi karena faktor cuaca buruk yang menyebabkan kapal pengangkut dari Pertamina tidak dapat sandar tepat waktu.

“Kami telah melakukan koordinasi dengan Pertamina. Dari informasi dari PIC Pertamina, pasokan LPG 3 kilogram sudah mulai kembali normal. Pada hari Minggu 15 Maret, SPBE sudah terisi. Kemudian pada hari Senin 16 Maret LPG sudah didistribusikan ke para agen dan diteruskan ke pangkalan,” terang pejabat yang baru dilantik itu.(red)

Pos terkait