SuaraBanyuurip.com – Ali Musthofa
Blora – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Blora menggelar Bimbingan Teknis (Bintek) Pendalaman Draft Peraturan KPU (PKPU) tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara (Tungsura) di tempat pemungutan suara (TPS) di Aula Hotel Mustika PKPRI Blora, Kamis,(28:/11/2013). Kegiatan tersebut melibatkan Ketua dan Anggota PPK bidang tungsura se Kabupaten Blora.
Ketua KPUK Blora, Arifin Halimi, mengatakan, bimbingan teknis ini berjalan dalam dua sesi, yaitu sesi presentasi yang dibawakan oleh Anggota KPUK Blora Bidang Tungsura, Ita Sadrini Astutiningsih dan sesi diskusi kelompok peserta.
Arifin menerangkan, latar belakang adanya forum ini merupakan upaya dari KPU RI untuk menjaring aspirasi dan masukan-masukan dari bawah mengenai draft PKPU yang mengatur tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Tungsura di TPS.
Menurut dia, Â bintek ini menjadi penting karena akan mendasarkan pada pengalaman penyelenggara di lapangan sehingga PKPU yang akan ditetapkan nantinya telah melalui proses evaluasi lapangan.
“Forum semacam ini menjadi menarik dan startegis dalam kerangka penyusunan kebijakan, yaitu mengakomodir catatan, masukan, evaluasi dan penglaman secara bottom up,” kata Arifin.
Sehingga, lanjut dia, peraturan yang ditetapkan nanti tidak hanya mengandalkan pada referensi yuridis dan teoritik saja, melainkan juga mengacu pada kondisi lapangan terutama menyangkut daerah-daerah yang bukan kategori perkotaan.
Ditambahkan oleh Anggota KPUK Blora Bidang Tungsura, Ita Sadrini A bahwa bintek pendalaman materi semacam ini dilakukan secara berjenjang mulai dari KPU Kabupaten/Kota bersama dengan PPK, KPU Provinsi bersama KPU Kabupaten/Kota dan jenjang paling akhir KPU RI dengan KPU Provinsi.
Seluruh hasil bintek tersebut akan ditabulasi secara nasional dan akan digunakan sebagai masukan dalam penyusunan dan penetapan PKPU tentang Tungsura. Untuk lebih memfokuskan pembahasan dalam diskusi kelompok, maka peserta sebelumnya telah disampaikan materi yang akan dibahas sekaligus pembagian kelompoknya.
“Dengan begitu  peserta bisa berkonsentrasi terhadap materi yang harus didalaminya,†tegas Ita.(ali)