SuaraBanyuurip.com – D Suko Nugroho
Bojonegoro – Warga Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur tak perlu khawatir untuk mencari tempat pengungsian jika banjir Bengawan Solo terjadi. Sebab, saat ini di wilayah setempat telah dibangun Taman Evakuasi Bahagia (Ebaga) untuk korban banjir di Desa Sumberjo, Kecamatan Trucuk.
“Ini untuk tempat pengungsi korban banjir,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Syamsul Ma’arif di sela-sela meresmikan Ebaga usai melakukan simulasi penanganan bencana banjir di Bendung Garak, Kamis (28/11/2013).
Pembangunan Ebaga ini dilakukan dengan sistim sharing antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dengan BNPB. Untuk Pemkab Bojonegoro menyediakan lahan seluas satu hektar dan BNPB membangunkan bangunan dan fasilitasnya yang menelan biaya sekira Rp1,5 milyar.
“Ebaga ini memiliki kapasitas 300 orang dengan dilengkapi sejumlah fasilitas. Seperti sepuluh kamar mandi dan tempat penampungan air untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi para pengungsi yang biasanya sulit didapat ketika bencana terjadi,” kata Ma’arif, mengungkapkan.
Dirinya berharap, Ebaga ini dimanfaatkan dengan baik dan jika perlu ditambahi dengan fasilitas lainnya agar para pengungsi merasa aman dan nyaman.
Menanggapi hal itu, Bupati Bojonegoro, Suyoto, berjanji akan menambah fasilitas yang ada di Ebaga tersebut. Seperti mainan anak-anak dan fasilitas lainnya.
“Karena yang mengungsi juga anak-anak, kita akan tambahi dengan tempat bermain agar mereka bisa melupakan kesediahan ketika berada ditempat pengungsian,” sergah Suyoto.(suko)