Kusir Delman Tewas di Pinggir Jalan

jenazah

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Seorang kusir yang biasa menarik delman di kompleks pemakaman Sunan Giri, Surabaya, ditemukan tewas di pinggir jalur Pantura, tepatnya di sebelah barat pos polisi Pereng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (30/11/2013) Pagi tadi.

Kuat dugaan, korban yang diketahui bernama Asmuni (44), warga Desa Babak Tulung, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, itu tewas gara-gara sakit liver yang dideritanya.

Informasi yang dihimpun, korban diketahui tergeletak dalam keadaan tidak bernyawa di lokasi setempat oleh sejumlah warga. Sebelumnya beberapa warga sempat melihat korban berada di tempat tersebut sedang duduk dengan memainkan ponselnya sebelum subuh.

“Tadi sempat lihat dia duduk dipinggir jalan sambil SMS an, terus tadi pagi kok tidur dan tidak bangun,” kata Bakhuroji (60), salah satu warga setempat.

Ketika pagi menjelang, Bakhuroji dan beberapa warga  curiga melihat keadaan korban yang seperti tidur. Padahal matahari sudah meninggi dan keadaan sudah ramai. Mereka kemudian melaporkan ke perangkat desa setempat dan langsung memeriksa keadaan korban.

Baca Juga :   Pemilik Penyulingan Mintah Masih Saksi

“Ternyata korban sudah meninggal, sekitar pukul 08:30 tadi,” celetuk warga yang lain.

Sementara itu, keluarga korban yang berada di lokasi karena mendapat kabar dari petugas mengatakan, kalau sebenarnya korban yang bekerja di Surabaya tersebut mengeluhkan sakit dan ingin pulang ke Rembang malam itu juga.

Keluarga sempat menghalangi niat korban dan meminta supaya pulang saat hari sudah pagi. Tapi korban bersikeras dan mengatakan kalau dia sudah berada di dalam bus dan sudah sampai Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Pihak keluarga pun akhirnya menunggu korban di pasar Sarang, Rembang, malam itu juga.

“Tapi sampai jam 3 pagi tidak juga datang.  Padahal istrinya menangis terus. Saya telepon juga tidak diangkat,” sambung Tasnuri (42), salah satu kerabat korban.

Kapolsek Jenu, AKP Murni Kamari, mengatakan, kalau korban langsung dibawa pulang kerumah duka oleh keluarga. Karena keluarga sudah mengetahui kalau sebelumnya korban sedang sakit. Mereka juga menolak dan tidak menginginkan ada otopsi pada jenazah korban.

“Kemungkinan sakit liver, karena ditemukan kotoran bercampur darah di celana korban,” sergah Murni, menerangkan.(edp)

Baca Juga :   BLH Bimbing Jambore Lingkungan Saka Kalpataru

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *