SPSI Tidak Bisa Data Pekerja Migas

sugianto

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro- Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Cabang Bojonegoro mengaku, jika pengawasan pekerja pada industri minyak dan gas (migas) sangat sulit dilakukan. Selain operator selalu berdalih jika proyek tersebut proyek negara, juga beralasan lokasi proyek memiliki resiko tinggi. 

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Cabang Bojonegoro, Sugianto, menyatakan pekerja di perusahaan migas di Bojonegoro salah satunya Lapangan minyak Banyuurip, Blok Cepu yang di operatori oleh Mobil Cepu Limited (MCL) tidak seperti pekerja di perusahaan pertambangan lainnya seperti di Batu Bara.

“Kita sangat sulit menembus dinding milik ExxonMobil. Jangankan mendata pekerja yang ada disana, masuk halaman saja bisa-bisa diusir dengan alasan proyek negara,” tegas pria berkacamata minus ini di sela-sela berdiskusi mengenai Serikat Pekerja Indonesia bersama FMBJB dan AJI Kota Bojonegoro, Sabtu (30/11/2013).

Dia mengungkapkn, sesuai sepengetahuannya mental tenaga kerja lokal di Bojonegoro di perusahaan migas tidak seperti mental pekerja yang memperjuangan hak dan kewajibannya. Mereka kebanyakan bungkam karena takut dipecat atau diberhentikan oleh perusahaannya.

Baca Juga :   Subholding Upstream Pertamina Bagikan 1.200 Hewan Kurban

“Saya pernah bertanya pada beberapa karyawan proyek di Blok Cepu, tapi mereka takut untuk menjawab,” kata Sugianto.

Menurut dia, data yang diberikan oleh perusahaan migas di Bojonegoro entah itu kontraktor maupun sub kontraktor dari MCL atau operator lain  kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sosial (Disnakertransos)  tidak semuanya benar.

“Jangan percaya begitu saja ketika memberikan data ribuan pekerja dari local. Apa anda percaya?Anda bisa membuktikan satu persatu itu dari lokal?,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Disnakertransos Bojonegoro, Adi Witcaksono, mengatakan, setiap rapat mingguan Kandungan Lokal semua kontraktor dari operator Blok Cepu memberikan data base karyawannya.
“Ada juga yang tidak, tapi kami tetap meminta database pekerja di perusahaan migas,” sergah Adi.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *