SuaraBanyuurip.com – Ali Musthofa
Blora – Rencana PT Pertamina EP akan menyerahkan pengelolaan empat struktur area di Field Cepu kepada PT Geo Cepu Indonesia dengan dalih untuk meningkatkan produksi minyak dan gas, memantik reaksi kelompok masyarakat lokal. Mereka tetap berharap kontraktor lokal dilibatkan dalam kegiatan di empat struktur area Field Cepu.
Adapaun 4 struktur yang akan diserahkan ke PT Geo Cepu Indonesia adalah struktur Ledok, Nglobo, Semanggi, dan Kawengan. Sedangkan latar belakang penyerahan itu karena Pertamina EP belum mampu menerapkan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR). Yakni teknologi  untuk menggenjot produksi minyak dari sekitar 1.700 barel per hari menjadi 6.000 barel dalam waktu tiga tahun.
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Peduli Rakyat (LSM Gempur) Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, H. Mugianto, kepada SuaraBanyuurip.com, Senin,(2/12/2013), menegaskan, bahwa keterlibatan masyarakat lokal dalam segala bentuk pekerjaan merupakan harga mati.
“Khususnya, kontraktor lokal yang sejak lama menjalin kersama dengan Pertamina sejak sekian lama. Banyak jenis pekerjaan yang bisa dilaksanakan oleh para kontraktor lokal ini,” kata Pak Jo Berong, demikian akrab disapa.
Pak Jober mengatakan, banyak masyarakat yang sangat menggantungkan hidupnya dari perkerjaan tersebut.
“Puluhan  kontraktor putra daerah yang selama ini bekerjasama dengan Pertamina Cepu. Setiap kontraktor punya puluhan bahkan ratusan pekerja dari masyarakat Blora sendiri. Itu patut menjadi perhatian pemegang KSO ini,” tegas Pak Jober.
“Kalau sampai pemegang KSO PT. Geo Cepu Indonesia tidak melibatkan kontraktor putra daerah, maka saya akan menggerakkannya untuk melakukan aksi demo,” lanjut dia.(ali)