SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di sejumlah ruas jalan sekitar Alun-alun Kabupaten Tuban, Jawa Timur yang ditertibakan petugas gabungan  merasa kecewa karena tidak ada papan peringatan sebelumnya. Padahal mereka sudah terlanjur memasang standnya di tempat yang ternyata merupakan daerah larangan.
“Kalau sebelumnya dikasih tahu atau ada papan peringatan, kami tidak akan memasang tenda disini,†ungkap salah seorang pedagang di Jalan Panglima Sudirman, Rabu (4/12/2013).
Dia mengatakan, akibat penertiban itu para pedagang harus kembali membongkar dagangan milik mereka. Meski disediakan tempat yang baru, tapi hal itu dirasa cukup memakan banyak waktu dan tenaga karena harus memasang stand kembali.
“Kalau gini saya kan harus memasang lagi, padahal sebelumnya sudah kami tata,†tambah Tadi (29), pedagang yang lain.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Tuban, Heri Muharwanto, mengatakan, kalau penertiban dilakukan untuk beberapa tempat yang memang sudah menjadi larangan untuk berdagang.
“Ya seperti biasanya Mas, kita melarang pedagang jualan di beberapa tempat,†kata Heri, ketika dihubungi melalui ponselnya.
Heri mengatakan, kalau tempat larangan itu meliputi Jalan RA Kartini, Jalan Panglima Sudirman, dan Jalan RM Suryo dan Jalan Veteran di sisi bagian timur.
“Selain itu di Jalan Basuki Rahmat juga tidak diperbolehkan, karena itu jalur poros,†tambah Heri.
Disinggung mengenai penataan PKL dalam perayaan Haul Sunan Bonang kali ini, Heri mengatakan, tidak tahu menahu sebelumnya. Karena hal itu merupakan program dari Dinas Perekonomian dan Pariwisata Kabupaten Tuban.
“Kalau untuk penataan, silahkan tanya kepada Dinas Perekonomian saja. Tapi kalau memang melanggar aturan ya kita tertibkan seperti biasa,†tambah Heri.
Ketika akan dikonfirmasi, Kepala Dinas Perekonomian dan Pariwisata Kabupaten Tuban, Farid Achmadi, tidak sempat menjelaskan mengenai penataan PKL ditempat tersebut. Dia hanya mengatakan, kalau hal itu sudah dikoordinasikan ketika melakukan rapat di Mapolres Tuban.
“Saya sedang di jalan Mas, coba nanti dihubungi lagi,†pinta Farid.(edp)