Penambangan Migas Blora Harus Peduli Lingkungan

reni

SuaraBanyuurip.comAli Musthofa

Blora – Kabupaten Blora, Jawa Tengah merupakan daerah yang kaya akan potensi Sumber Daya Alam (SDA) berupa minyak dan gas bumi (Migas). Oleh karenanya perlu pengelolaan yang berbasis ramah lingkungan.

Untuk diketahui, hampir 50 persen wilayah Blora merupakan kawasan hutan. Sedangkan mayoritas sumber migas yang dikelola oleh PT. Pertamina Eksplorasi dan Eksploitasi (EP) Asset 4 Field Cepu berada di tengah-tengah lahan hutan.

Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Blora, Reni Miharti, meminta, agar kegiatan pertambangan yang dilakukan Pertamina harus memperhatikan kondisi dan kelestarian lingkungan hutan di sekitar lokasi penambangan produksi migasnya.

Selain itu, kata reni, kegiatan penambangan migas yang dilaksanakan juga harus selaras dengan target pemerintah Indonesia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen pada tahun 2020 dengan upaya sendiri, dan sampai 41 persen dengan bantuan internasional.

“Pertamina harus mendukung program menurunkan emisi gas rumah kaca tersebut,” ujar Reni Hal saat  Diskusi Kelompok Terfokus Pemetaan Pemangku Kepantingan di Wilayah Industri Hulu Migas bersama Perkumpulan Lingkar Yogyakarta di Hotel Cepu Indah 1, Rabu kemarin.

Baca Juga :   Berikut Solusi yang Ditawarkan Pemkab

“Kita harus tetap menjaga kelestarian hutan. Apapun yang dilakukan Pertamina EP di wilayah hutan dapat dilakukan dengan kondisi yang  ada, tentunya dengan memperhatikan kelestariannya,” kata Reni.

Reni berharap, aktivitas pertambangan migas di Blora dapat membawa dampak positif bagi pendapatan daerah.

“Demikian pula, masyarakat lokal ikut merasa berkahnya,” pungkas dia. (ali)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *