SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro- Program Corporate Social Responsibility (CSR) tahun 2013 untuk desa ring 1 Lapangan Sukowati, Blok Tuban yang dioperatori oleh Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) hingga kini belum semuanya terealisasi.
Kepala Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang masuk desa ring 1 sumur Pad B, Pujiono, mengatakan, nilai untuk program CSR tahun 2013 ini hanya sebesar Rp380.000.000. Nilai ini turun dari tahun lalu sebesar Rp680.000.000.
“Ya mau gimana lagi, Mbak. Dapat segitu disyukuri saja,” tandas Pujiono kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (10/12/2013).
Dia mengatakan, ada 12 program CSR yang diajukan desa. Akan tet5api hingga kini material ataupun pelaksanaan program belum juga terealisasikan.
“Katanya menunggu dari SKK Migas,” tandasnya.
Dikonfirmasi secara terpisah, Field Administration Superintendant JOB P-PEJ, Basith Syarwani, menyatakan, pihaknya berharap tanggal 20 Desember 2013 ini dana CSR untuk semua desa di Ring 1 bisa cair.
“Kami disini mengejar waktu bukan enak-enakan. Bagaimana caranya biar dana segera cair sebelum akhir tahun,” tegasnya.
Dia mengatakan, belum terealisasinya dana untuk program CSR ini karena adanya perubahan program yang harus diajukan ke SKK Migas.
“Meskipun budget yang ditentukan masih sama, tetapi karena ada perubahan otomatis menunggu persetujuan dari SKK Migas,” sergahnya.
Dia menyatakan, selain dari pusat juga menunggu dana dari donatur lain untuk program CSR ini.
“Tadi pagi kami baru dapat email dari SKK Migas, jadi nunggu pencairan,” tandasnya.
Pihaknya mengakui jumlah dana untuk CSR ada penurunan dibanding tahun lalu. Hal ini karena ada beberapa faktor salah satunya penurunan produksi.
“Kita juga harus berkoordinasi dengan SKK Migas apakah memberikan persetujuan adanya penurunan atau kenaikan dana CSR,” imbuhnya tanpa memberikan secara rinci jumlah dana untuk CSR. (rin)