Diancam Banjir Petani Blok Cepu Meladang

SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko

Bojonegoro – Hujan lebat yang mengguyur sekitar lokasi sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu sejak tiga bulan lalu membuat petani desa sekitar ladang migas tersebut kembali meladang. Mereka mulai kembali menjalankan profesi turun temurunnya sebagai petani.

Kendati begitu mereka dilanda kecemasan karena setelah hujan deras disertai banjir menyebabkan lahan pertanian berantakan. Warga pun berharap agar banjir tak kembali terjadi sehingga bisa menggarap lahannya dengan hasil bagus.

Warga Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur, Lamin, mengatakan, turunnya hujan merupakan berkah bagi warga sekitar Blok Cepu. Karena, dapat segera mengolah lahan pertaniannya untuk ditanami padi, jagung maupun kacang hijau.

“Alhamdulillah tanaman jagung dan lainnya sudah berusia sebulanan lebih. Sedangkan, untuk lahan sawah sudah mulai dibajak. Bahkan ada pula yang sudah mulai menanam wineh (tandur) padi, Pak,” kata Lamin kepada suarabanyuurip.com, Selasa (10/12/2013).

Dijelaskan, disisi lain, petani sekitar proyek Banyuurip, Blok Cepu juga merasa resah. Karena, akibat hujan yang sering turun dengan lebat beberapa hari ini telah meluapkan Kali Bangi. Sehingga, membuat lahan pertanian yang ada disekitarnya hancur diterjang luapan Kali Bangi tersebut.

Baca Juga :   Tiga Kasus Kekerasan Seksual Terjadi di Gayam

“Saya habis dari sawah melihat lahan yang sudah saya bajak kemarin. Ternyata hancur tergerus derasnya aliran Kali Bangi. Padahal seminggu lagi mau saya tanami padi, Pak,” akunya.

“Saya pasrah saja bagaimana baiknya perangkat desa untuk membantu warganya. Jika mengetahui kondisi warganya seperti ini,” imbuhnya.

Senada diungkapkan Warno, warga Dusun Puduk, Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Bojonegoro. Dia mengungkapkan, sawah warga Bonorejo juga mulai ada yang terkena luberan air dari Kali Bangi tersebut. Meski sebelum ada proyek, Kali Bangi juga banjir tapi tidak seberapa. Kendati setelah ada proyek kini semakin besar banjirnya.

“Beruntung sawah saya belum saya garap. Karena, masih membersihkan  ranting-ranting kayu, dan batang jagung yang masih berserakan belum selesai. Namun, saya juga kawatir jika aliran Kali Bangi ini bertambah meluap besar lagi. Sebab, sawah saya nanti pasti juga keterjang, Mas,” sambung Warno menerangkan.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *