SuaraBanyuurip.com – Ririen Wedia
Yogjakarta – Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur terus mengupayakan agar dapat mewujudkan mimpi menjadi kedaulatan pangan dan energi Indonesia.Â
Dalam kesempatan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman, dilanjutkan diskusi bersama Universitas Gajah Mada (UGM), KAGAMA, Bupati Bojonegoro, Kulon Progo, dan Bupati Banyumas, Rektor UGM, Prof Pratikno, mengungkapkan, kedaulatan sering dianggap menakutkan kalau dipahami dengan semangat menutup diri.
“Namun, dalam kompetisi global harus bisa memenangkan kompetesi dengan kedaulatan yang dimiliki daerah,” tegasnya.
Praktikno menambahkan, pada kedaulatan pangan, energi dan obat obatan diperlukan strategi, kolaborasi, dan pilot project, atau prototype logika.
“Khususnya Bojonegoro,” imbuhnya.
Acara yang diselenggarakan di Ruang Multi Media UGM Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY) ini bertujuan untuk memahami dan memastikan upaya kedaulatan diperlukan: pemahaman kompetesi global, semangat ekonomi kerakyatan, kolaborasi antar ahli, pelaku dan pemerintah wujudkan kedaulatan pangan.
Â
Sementara itu, Bupati Bojonegoro, Suyoto, menyatakan, acara ini sebagai bentuk mewujudkan kedaulatan pangan, energi dan obat obatan. Bagi Bojonegoro inilah langkah taktis untuk wujudkan visinya menjadi lumbung pangan dan energi negeri untuk kesejahteraan, kebahagiaan berkelanjutan.
Tidak mungkin memenangkan persaingan global, memenuhi kebutuhan sendiri tanpa ada keterlibatan ahli, pemain global, dan sinergitas berbagai kekuatan
“Saya sendiri menganut keyakinan bila daerah kuat maka Indonesia akan kuat dan berdaulat. Jadi inilah cara kita memperkuat Indonesia, membangun kedaulatan pangan dan energi dari daerah,” tegasnya.
Pihaknya siap menghadapi kompetisi global dengan karya nyata, dimulai dari yang paling mungkin di semua daerah dengan terus menaikkan produksi gabah, jambu merah, bawang merah, sapi, kambing, ayam, ikan, avocado, blimbing, lombok, jagung, singkong, dan sukseskan target produksi Migas. (rien)