SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Pembangunan tanggul Rowo Sekaran di Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur membahayakan para pengendara motor. Sebab lumpur tanggul banyak berceceran di badan jalan sehingga mengakibatkan jalan menjadi licin pada musim hujan sekarang ini.
Akibat kondisi itu, puluhan kali terjadi kecelakaan motor di wilayah setempat karena pengendara motor terpeleset ke jalan yang rusak dan licin. Meski tidak sampai menelan korban jiwa, namun licin dan rusaknya jalan itu banyak dikeluhkan pengguna jalan.
Data yang dihimpun, tanggul Rowo Sekaran dibangun di sisi barat jalan raya antar Kecamatan Sekaran –Maduran. Panjang tanggul yang membatasi rawa dan jalan raya tersebut sekitar satu kilometer. Sejak pembangunan tanggul hingga selesai sekitar dua bulan ini hampir setiap hari terjadi pengendara motor jatuh dari motor akibat terpeleset jalan yang licin dan berlubang.
“Sudah puluhan mas terjadi pengendara jatuh karena terpeleset atau terperosok jalan berlubang, “ ujar Wahib salah satu warga Desa Kembangan kepada SuaraBanyuurip.com, Jumat (13/12/2013).
Selain menyebabkan jalan licin, pembangunan tanggul itu juga merusak badan jalan karena penggunaan alat berat evalator yang menjadikan kondisi jalan yang sebelumnya berlubang semakin tambah rusak. Hal itu diperparah lagi dengan datangnya musim penghujan menjadikan jalan berlubang  tergenang air sehingga banyak pengendara motor yang yang terperosok dan jatuh.
“Selain itu tanah tanggul juga banyak yang jugruk ( longsor) ke jalan raya karena hujan. Hal itu menjadikan jalan licin,†ujarnya lagi.
Kepala Desa Kembangan, Mashudi, mengaku menyangkan dampak pembangunan tanggul Rawa Sekaran tersebut.
“Seharusnya pembangunan tanggul disertai pembangunan jalan yang rusak. Ini tidak, jalan rusak dibiarkan saja sehingga banyak menelan pengendara motor yang jatuh,†sambung dia.
Dia mengungkapkan, sebenarnya warga Kembangan sudah habis kesabaran dan akan melakukan aksi menanam pohon ditengah jalan raya. Namun aksi itu dapat dicegah.
“Namun kesabaran warga ada batasnya, kalau warga benar-benar melakukan aksi tanam pohon dijalan raya, tentu saya tidak bisa mencegah lagi,†tandas Mashudi.
Sementara itu, Camat Sekaran, Yaslikan saat dikonfirmasi SuaraBanyuurip.com tentang dampak pembangunan tanggul Rawa Sekaran itu hingga berita ini ditulis belum memberikan balasan.(tok)