SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Â Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Bojonegoro, Jawa Timur mendata realisasi produksi minyak siap jual pada triwulan I dan II tahun 2013 sebesar 10.598.656,45 barel. Namun dari jumlah itu produksi minyak dari lapangan Tiung Biru (TBR) yang berkisar 500-600 bare per hari (Bph) belum masuk dalam perhitungan.
Kepala Dispenda, Herry Sudjarwo, menyampaikan, produksi minyak lapangan TBR dengan operator Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) belum masuk perhitungan karena  jenis minyak yang dihasilkan dan harganya masih dalam penelitian oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
“Tiung Biru (TBR) belum masuk dalam perhitungan,” kata Herry.
Dia menegaskan, hingga saat ini produksi minyak lapangan TBR Bojonegoro masih tersimpan di lapangan Mudi di Kecamatan Soko, Tuban. Dengan demikian produksi minyak siap jual triwulan I dan II berasal dari Lapangan Minyak Sukowati yang dikelola Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ), Unitisasi Petrochina. Lainnya Lapangan Banyu Urip dengan operator Mobil Cepu Limited (MCL) dan lapangan sumur minyak tua dibawah pengelolaan PT Pertamina EP.
Dia menjelaskan, tidak tercapainya produksi minyak siap jual hingga mencapai 50%Â disebabkan sumur minyak Banyu Urip Blok Cepu dengan operator MCL berhenti berproduksi pada 23-25 April.
“Sumur minyak Banyu Urip berhenti berproduksi karena ada perbaikan sumur,” jelasnya.(rien)