Bojonegoro Tetapkan Siaga III

Banjir

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro- Akibat hujan lokal yang turun Sabtu (14/12/2103) kemarin, dan kiriman air dari hulu membuat ketinggian air Sungai Bengawan Solo, Minggu (15/12/2013), pada pukul 10.00 WIB di  papan duga karang nongko .29.34 di atas permukaan laut (dpl) naik 44 cm dan di papan duga Bojonegoro, Jawa Timur 15.11 dpl atau naik 10 centi meter (CM). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menetapkan wilayahnya siaga III.

Terus meningginya debit air sungai terpanjang di Pulau Jawa itu menjadikan anak sungai Bengawan Solo yakni Kali Apur di Desa Kedungrejo, Kecamatan Baureno, juga meluap, Minggu (15/12/2013). Tidak hanya itu, pintu air pengendali yang baru dibangun jebol karena tidak kuat menahan laju air.

Kepala Desa Kedungrejo, Abdillah mengatakan, pintu cekdam tersebut merupakan bangunan baru yang seharusnya terdapat papan untuk penahan. Tapi, sejak bangunan jadi beberapa minggu lalu sampai hari ini papan dari CV Bakti Utama, kontraktor pelaksana, belum dikirim.

“Akibatnya ya jebol,”imbuhnya.

Dia menyatakan, masyarakat sekitar pagi ini melakukan gotong royong untuk membuat penahan air dari pasir yang diletakkan didalam karung. Hal ini agar air di Kali Apur tidak meluap dan menggenangi sawah serta pemukiman warga.

Baca Juga :   Pertama Kali Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah Semayamkan Api Abadi

“Ya kami berharap pihak kontraktor segera memperbaiki cekdam itu,” tegas Abdilah.

Sementara itu, Bupati Suyoto, menyampaikan, sejak semalam Pemerintah, TNI, Polri bersama kekuatan masyarakat mulai menyambut banjir yang diterima dari kiriman hulu bengawan solo yaitu Wonogiri, Solo, Sragen, Ngawi, Ponorogo dan Madiun.

“Disamping hujan lokal yang cukup ekstrim,” imbuhnya.

Dia mengatakan, akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo beberapa desa di sejumlah kecamatan di Bojonegoro sudah mulai tergenang. Diantaranya Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, Pilang, Kecamatan kalitidu, Sumbangtimun, Kecamatan Trucuk, Ledok Wetan, Kecamatan Bojonegoro, Bogo, Kecamatan Kapas dan Desa Piyak, Kecamatan Kanor.

“Sedangkan untuk Katur, Kecamatan Gayam banjir bandang,” ujar Suyoto.

Suyoto menegaskan, prosedur kedaruratan telah diberlakukan untuk wilayah Kota Bojonegoro pada pukul 9.00 Wib. Diantaranya doorlat akan dipasang dan menginformasikan perkembangan banjir kepada masyarakat.

“Aksi menggauli banjir sedang kita laksanakan. Mohon doanya, Insyaallah kita bisa menggauli banjir ini dengan baik,”tegasnya kepada SuaraBanyuurip.com, Minggu (15/12/2013). (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Ingatkan Pemerintah Luruskan Sejarah Kemerdekaan Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *