SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga Dusun Puduk, Desa Bonorejo, Kecamatan, Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur menilai Box Culvert  (saluran air) yang dipasang kontraktor pelaksana proyek Engineering Procurement and Constructions (EPC)-5, PT Rekayasa industri (Rekind) – PT Hutama Karya (HK), terlalu kecil akibatnya ketika hujan deras air terjadi banjir. Â
Banjir akibat kecilnya saluran tersut menjadikan lahan persawahan warga tergenang. Kondisi itu terjadi setiap hujan deras, akibat kecilnya ukuran saluran yang dibangun kontraktor proyek sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu tersebut.
Seorang warga Puduk, Karsadi, mengatakan, hanya dua buah saluran air yang dipasang di bantaran Kali Pedot yang menjadi batas antara Desa Bonorejo dengan wilayah Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Bojonegoro tersebut. Diameternya, masing-masing sekira satu meter persegi.
“Kalau cuman ukuran segitu ya gak mungkin bisa melancarkan air secara maksimal, Pak. Akibatnya, yang menjadi korban sawah warga selalu terendam air,” kata Karsadi kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (15/12/2013).
Warga Puduk lain, Kasmin, menjelaskan, tidak hanya sawah yang akan terendam air, namun tidak menutup kemungkinan rumah warga nantinya juga bisa terendam. Kali Pedot merupakan tumpuhan air dari setiap lini saluran air, baik dari proyek maupun dari kampung.
“Dulu pernah mau dipasangi gorong-gorong itu sebanyak tiga buah. Namun cuma dipasang dua buah saluran air saja, dan ukurannya juga tidak maksimal,” terang Kasmin.
Menurutnya, seharusnya dipasang tiga atau empat gorong-gorong. Dengan ukuran masing-masing harus lebih dari dua meter persegi, dengan ukuran segitu air akan lancar.
Dikonfirmasi terpisah, Humas PT Rekind, Herman Susatya, ketika dimintai tanggapan atas keluhan warga Puduk melalui pesan pendek, Minggu (15/12/2013), hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban. (sam)