SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Ratusan hektar sawah di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro,Jawa Timur terendam banjir sejak sepekan terakhir. Lahan pertanian tersebut berdekatan dengan Pad B Lapangan Sukowati, Blok Tuban yang dioperatori Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ).
Salah satu buruh tani, Muksir (45), mengaku, tidak bisa berbuat apa-apa jika padi yang baru saja memasuki masa rabuk atau pemupukan terendam air. Jika air tidak segera surut bisa dipastikan tanaman padi pada areal sawah seluas 2.500 meter persegi yang digarapnya akan busuk.
“Ini masuk hari ke sepuluh, kalau lima hari lagi masih terendam ya busuk, Mbak,” kata warga Desa Bakalan, Kecamatan Kapas, Senin (16/12/2013).
Tidak hanya itu, padi yang terlanjur busuk tidak akan bisa dipanen dan berpotensi merugikan petani. Hal ini karena biaya produksi tiap petak sawah hampir senlai Rp750.000, belum lagi gagal panen sebanyak 2 Kw padi.
“Bisa-bisa saya tidak diberi upah karena pemilik sawah rugi banyak,” imbuh bapak dua anak ini.
Hal serupa diungkapkan,Munir (50),bahkan padi yang digarapnya sudah mengeluarkan bulir padi. Akibatnya menunggu beberapa hari lagi jika air tak kunjung surut akan dipanen paksa.
“Daripada busuk,” tandasnya. (rien)