SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan-Â Kondisi ketinggian air Sungai Bengawan Solo di wilayah Lamongan, Jawa Timur sudah memasuki siaga tiga. Ketinggian air di papan duga Babat telah menyentuh level 8,05 diatas permukaan laut (dpl) dan di Plangwot mencapai 5,67 dpl.
Untuk mengantisipasi segala kemungkinan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan telah mendirikan posko bencana di Kecamatan Laren dan mengirimkin sejumlah logistik.
“Hari ini kami bersama jajaran lintas sektor menyiapkan kesiagaan untuk mengantisipasi banjir,†ujar Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Poerbyanto melalui Kabag Humas dan Infokom, Mohammad Zamroni kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (17/12/2013).
Sebelumnya, Senin (16/12/2013) kemarin, dilaksanakan apel kesiapsiagaan bencana oleh Polres Lamongan bersama jajaran Kodim 0812, BPBD, PMI dan unsur terkait lainnya.
Lebih lanjut disebutkannya, di Kecamatan Laren ada 26 rumah tergenang dengan ketinggian genangan rata-rata 50 cm. Yakni 24 rumah di Dusun Gendong, Desa Laren dan satu rumah di Dusun Laren, Desa Laren. Sedangkan di Desa Truni Kecamatan Babat, ada sekitar 100 rumah warga yang tergenang.
“Untuk tanggul kritis di Laren kami sudah mengirim logistik berupa 3 ribu glangsing ke Laren dan 2 ribu glangsing ke Babat, “ kata dia.
BPBD Lamongan sendiri saat ini sudah menyiapkan sejumlah logistik yang bisa segera dikirimkan jika dibutuhkan. Yakni gedek sebanyak 300 lembar, karung sebanyak 10.000 lembar, bamboo 700 batang dan sembako sebanyak 1.120 paket.
Selain itu, juga sudah disiapkan peralatan seperti 5 unit perahu karet, pelampung 30 unit, tenda  5 buah, alat dapur umum sebanyak 5 unit, terpal  250 lembar, genset  5 unit, dan mobil rescue (penolong) sebanyak 1 unit.(tok)