Kontraktor Lokal Rugi Kerjakan Proyek Blok Cepu

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro- Kontraktor lokal Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang terlibat dalam pelaksanaan proyek migas Blok Cepu akan mengadukan kerugian yang dialaminya dalam mengerjakan proyek Engineering, Procurement and Construction (EPC) 2, 4 dan 5 Banyuurip. Para pengusaha lokal itu mengaku kerugian yang dialami akibat curah hujan yang turun terus menerus beberapa terakhir ini.

Akibatnya mereka tak dapat melaksanakan pekerjaan secara maksimal. Sedangkan disisi lain, para pengusaha itu harus membayar biaya sewa alat berat dan upah tenaga kerja para yang tidak bekerja karena kondisi cuaca yang tak bersahabat.

Suarat pengaduan itu telah dilayangkan kepada Tim Optimalisasi Kandungan lokal bentukan pemkab setempat,Rabu (18/12/2013). Sejumlah kontraktor lokal yang terlibat tersebut diantaranya CV Dwi Kartika Jaya – KGP, PT Demeta-RMT, CV Mitra Kinasih, dan PT Alhas- Pangastuti.

Direktur Utama CV Dwi Kartika Jaya, Karnadi, mengatakan, pihaknya telah melakukan pekerjaan sesuai kemampuan yang diarahakan pemberi tugas dalam hal ini operator Lapangan Banyuurip Blok Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL) dan kontraktor EPC.

Baca Juga :   Polres Bojonegoro Dalami Dugaan Pungli Pendirian Toko Modern

“Sedangkan dalam proses pelaksanaannya kami mengalami hambatan saat musim hujan,” ujar Karnadi, kepada SuaraBanyuurip.com Rabu (18/12/2013).

Dia menambahkan, akibat cuaca yang tidak bersahabat ini menjadikan alat dan tenaga kerja idle (menganggur). Sedangkan sewa alat dan upah tenaga kerja harus dibayarkan.

“Hal ini mengakibatkan kerugian di pihak kontraktor lokal,” tegasnya.

Dia menjelaskan, dari bulan April-Juni saja sudah menimbulkan kerugian sebesar Rp 2,3 Miliar. Tetapi, sudah tiga kali melayangkan kepada pihak MCL dan kontraktor EPC 5 banyuurip, yakni PT Rekayasa Industri (Rekind)- Hutama Karya (HK) belum ada tanggapan.

“Oleh sebab itu kami minta Tim Optimalisasi membantu untuk menjembatani permasalahan kami dengan MCL dan kontraktornya,” tandas Karnadi.

Sementara itu, Bagian Sosio Economic EPC 5 Banyuurip, Wandi masih berusaha dikonrfirmasi mengenai hal ini.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *