SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan- Akibat curah hujan tinggi di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, ratusan hektar lahan pertanian terendam air. Petani harus menanggung kerugian hingga puluhan juta rupiah karena bibit padi yang baru ditanam mati.
Dari pantauan, sebagian besar lahan pertanian di Lamongan terlihat tergenang air akibat tingginya intensitas hujan sepekan ini. Diantara wilayah yang tergenang air yaitu Kecamatan Babat, Sekaran, Maduran, dan Karanggeneng. Rata-rata lahan pertanian telah ditanami padi berusia dua hingga tinggi minggu.
“Bibit yang baru ditanam mati semua, Mas. Padahal baru berusia dua minggu,” kata Sumantri, warga Prijekngablak, Kecamatan Karanggeneng kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (16/12/2013).
Keluhan yang sama disampaikan warga Bulutengger, Kecamatan Sekaran, Pardi. Dia mengaku, lahan pertanian miliknya seluas 1,5 hektar yang baru tiga minggu ditanami habis tergenang air hujan.
“Biaya bibit dan tanam sekitar 4 jutaan, Mas. Semuanya habis terendam air,” keluhnya.
Dia menguraikan, untuk bibit padi lahan seluas 1,5 hektar sekitar 1,2 kwintal. Harganya sekitarRp 1.140.000. Biaya lainnya yaitu upah buruh tanam pe rorang Rp100 ribu perhari dengan sistem borongan.
“Bingung cari hutangan kemana mas, soale tidak punya celengan lagi, “ keluhnya.
Petani mengharapkan Dinas Pertanian bisa memberikan bantuan bibit agar mereka bisa secepatnya tanam kembali.
Saat ini, agar sawah tidak terus terendam banjir, petani menguras air dari sawah dan dibuang di saluran irigasi atau sungai. Cara ini terpaksa dilakukan agar sawah bisa kembali ditanami.
Sekretaris Dinas Pertanian Lamongan, Hariyanto, dikonfirmasi tentang harapan petani untuk bantuan bibit mengatakan, jika sampai saat ini Dinas Pertanian tidak ada program bantuan bibit pada petani.
“Tidak ada bantuan bibit padi untuk petani,” jawabnya  singkat melalui pesan pendek.(tok)