SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Ratusan nelayan Desa Karangagung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menghentikan pembangunan Pangkalan Pendaratan Pembangunan (PPI) di desa setempat, Kamis (19/12/2013). Penghentian itu dilakukan karena perencanaan pembangunan PPI tidak sesuai kebutuhan nelayan.
Dalam askinya, para nelayan mendatangi operator alat berat yang tengah beroperasi membangun PPI. Â Mereka meminta supaya pekerjaan dihentikan, sebelum ada pembicaraan dan sosialisasi lagi terkait pembangunan PPI ini.
“Hentikan dulu, atau kami main kasar,†hardik seorang nelayan kepada operator alat berat.
Aksi para nelayan itu dipicu rasa tidak puas karena denah dan perencanaan pembangunan PPI tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, perahu mereka kerap mengalami kerusakan saat proyek dengan dana lebih dari 3 milyar tersebut tengah berlangsung.
“Sejak proyek itu dilaksanakan, banyak perahu nelayan mengalami kerusakan,†tegas Tikto (30), nelayan desa setempat, mengungkapkan.
Kerusakan tersebut dikarenakan kontraktor yang ditunjuk Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tuban tidak melakukan pengerukan beberapa batu bekas awir dan pemecah ombak. Hal ini membuat perahu nelayan kerap tersangkut batu karena kondisi air yang menjadi dangkal.
“Kami protes karena sekarang air menjadi dangkal. Akibatnya perahu nelayan yang mau ditambatkan menjadi rusak,†kata perwakilan Rukun Nelayan Desa Karangaung, Robi, kepada SuaraBanyuurip.com.
Masalah lain, pembangunan PPI dengan denah yang ada saat ini justru semakin membuat gerak perahu kurang leluasa. Akses masuk ke penambatan perahu nelayan terlalu sempit. Sehingga sangat berbahaya bagi perahu nelayan ketika ombak besar.
Para nelayan mengaku sudah jengkel dengan kontraktor karena setiap diingatkan mengenai hal itu selalu memberikan jawaban yang kurang memuaskan.
“Kita sudah surati beberapa dinas terkait tapi tidak ada tanggapan, hingga nelayan sekarang jengkel dan minta pekerjaan itu dihentikan,†tambah Robi.
Setelah melakukan aksi, beberapa perwakilan nelayan melakukan mediasi dengan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan kabupaten Tuban, Sunarto. Mereka menyampaikan tuntutan mereka dan tidak mengijinkan proyek tersebut dilaksanakan sebelum keinginan mereka dipenuhi.(edp)