6 Bulan Subkontraktor IKPT Belum Dibayar

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro -  Kerja Sama Operasi (KSO) PT Montana Tehnindo – PT Ardinusa Mitrasel, mengaku jengkel dengan PT. Inti Karya Persada Teknik (IKPT) – PT. Kelsri, pelaksana proyek Engineering, Procurement and Construction (EPC) 2 Banyuurip, Blok Cepu. Sebab sejak bulan Juli 2013 lalu hingga saat ini invoice (penagihan) yang mereka tagihkan ke IKPT belum dicairkan.

“Saya kesal Mas, sudah enam bulan belum menerima dana dari IKPT. Jangankan untung, uang saya sekira Rp 700 juta sebagai modal awal belum kembali. Padahal perjanjian awal tidak invoice, tapi progres,” kata Parmo, bagian Marketing, PT Montana Tehnindo, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (20/12/2013).

Parmo, mengaku, proyek yang ditangani adalah fiber optic cable (FOC) di sepanjang pipanisasi 72 kilo meter (Km) yang dimulai persiapan pengerjaan sejak awal tahun 2013 lalu. Karena belum dapat dana, tenaga kerja yang selama ini beraktifitas, dan sewa peralatan harus dibayar dengan modal sendiri.

“Kalau dihitung, kerugian yang kami derita kurang lebih Rp2 milyar, dan saya sekarang macet tidak bekerja lagi. Karena kehabisan modal, Mas,” keluhnya.

Baca Juga :   DPRD Nilai PT BBS Melempem

Pria yang juga tokoh masyarakat Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur itu, meminta kepada MCL sebagai operator ladang migas Blok Cepu untuk menekan IKPT yang belum mencairkan dana bagi subkontraktornya.

“Katanya harus profesional dan pakai aturan intenasional juga memberdayakan masyarakat lokal sekitar sumur Banyuurip. Tapi kok malah tidak memberi contoh yang baik,” imbuhnya

Sementara itu, bagian hubungan masyarakat (Humas) PT IKPT, Soenarto sedang berusaha dihubungi terkait persoalan tersebut. Ketika dikonfirmasi melalui pensan pendek hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *