SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro- Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) dan mitranya PT Inter Media Energi (IME), tampaknya, mengurungkan niatnya mendirikan pembangkit listrik dengan menggunakan gas turbin untuk pasokan listrik operator migas Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ).
“Ternyata belum ada kebutuhan pasokan listrik, kalau ada kami siap membangun,”sergah Direktur PT BBS, Deddy Afidick kepada Suara Banyuurip.com, Jum’at (20/12/2013).
Disinggung mengenai perkembangan proyek gas flare, Deddy masih enggan memberikan komentar banyak. Karena memang kegiatan konstruksi belum dimulai.
Sementara itu dari pantuan di lapangan, pelaksanaan proyek pembangunan fasilitas flare gas di dusun Plosolanang, Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro belum nampak kegiatan apapun pasca pertemuan antara Bupati Bojonegoro Suyoto, PT BBS dan mitranya PT IME beberapa waktu lalu. Padahal, pada pertemuan itu, Bupati meminta agar PT IME segera membuat skenario baru untuk proyek tersebut.
“Saya mempertaruhkan semuanya agar mendapatkan proyek flare gas, karena dengan proyek ini semua masyarakat Bojonegoro bisa ambil bagian,” tegas Bupati Suyoto.
Terpisah, Kepala Desa Campurejo, Edi Sampurno berharap agar proyek flare gas segera berjalan karena telah digadang-gadang akan merekrut tenaga kerja dan melibatkan kontraktor lokal. Sebab sejak awal sosialisasi hingga pekerjaan pengurukan selesai belum ada informasi lanjutan dari PT BBS tentang kapan berdirinya fasilitas gas flare seperti PT Gazuma yang berada di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.
“Kami semua berdo’a agar proyek ini bisa segera terlaksana dan memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar,” imbuhnya.(rien)