Berharap Tanah Sekitar Pipa Blok Cepu Diratakan

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Beberapa petani yang sawahnya digunakan untuk pekerjaan pipanisasi minyak Blok Cepu sepanjang 72 kilometer dari Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro sampai lepas pantai Palang Kabupaten Tuban, Jawa Timur berharap bisa menggunakan lahan mereka kembali.

Sebab akibat proyek pipanisai yang dikerjakan PT.Inti Karya Persada (IKPT) – Kelsri, kontraktor engineering, procurement and construction (EPC) – 2 Banyuurip, sawah mereka tidak dapat diolah karena lahan dikanan-kiri pipa belum diratakan.

Kepala Kelurahaan Sumbang, Kecamatan Bojonegoro, Junaidi, mengatakan, ada tiga petani yang sudah bertahun-tahun memanfaatkan areal persawahan untuk bercocok tanam yang ditanami pipa. Yaitu  Raharjo (50), warga Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Tasmiran (55), warga Desa Semanding, dan Basir, wrag Desa Kalirejo, Kecamatan Bojonegoro. Ketiga areal sawah tersebut memiliki luas rata-rata 7500 meter persegi.

“Mereka mengeluh, tanah bekas penanaman pipa belum sepenuhnya dikembalikan seperti semula,” kata Junaidi kepada suarabanyuurip.com, Jum’at (20/12/2013)

Pihaknya berharap, apabila proyek tersebut sudah selesai untuk segera mengembalikan posisi tanah seperti semula agar bisa digunakan bercocok tanam lagi.

Terpisah, Humas IKPT kontraktor EPC 2, Sunarto, mengatakan, untuk pipanisasi Blok Cepu sudah mencapai 80 persen dan tinggal menyelesaikan bebarapa titik saja.

“Untuk pemerataan tanah memang belum seratus persen, tapi akan dikerjakan menyesuaikan cuaca. Karne saat ini sering hujan,” tukasnya. (rien)

Baca Juga :   PLTGU Lebih Ramah Lingkungan Dibanding Pembangkit Batubara

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *