SuaraBanyuurip.com -Â Jarwati
Bojonegoro – Banjir luapan Sungai Bengawan Solo yang menerjang Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur telah mengakibatkan tanaman padi terendam dan terancam gagal panen.
Di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, misalnya, banjir merendam 70 hektar tanaman padi siap panen.
Dari pantauan SuaraBanyuurip.com, areal lahan persawan di sana berubah seperti danau. Tanaman padi sebagian besar tidak tampak, dan sebagian lagi hanya terlihat bagian pucuk bulir padi karena terendam air. Jalan Desa yang dipaving pun tergenang air. Sedangkan untuk alat tranportasi penduduk menggunakan bambu-bambu yang diikat.
Saat dikonfirmasi Kepala Desa (Kade) Kedungdowo, Yuyus Adi Setiawan mengatakan, kalau tanaman padi disana sudah berusia delapan puluh hari, dan lima puluh hari. Ttanaman-tanaman padi tersebut sudah tergenang air hampir satu minggu. Karena kondisi itu dimungkinkan petani tidak akan bisa memanen tanaman padi mereka.
“Tanaman padi itu kalau sudah tergenang air lebih dari empat hari akan membusuk. Apalagi sampai saat ini air banjir disini masih tinggi,” tutur Yuyus.
Dia memperkirakan, kerugian para petani di Desa Kedungdowo akibat banjir ini taksir mencapai hampir Rp750.000.000.
“Kami belum tahu nantinya apakan kerugian tersebut akan mendapatkan bantuan dari Dinas Pertanian,” ungkapnya. (ati)