Jika Tidak dapat Pengganti, Dicarikan Keluar Desa

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur terus berupaya memfasilitasi proses penyelesaian tukar guling tanah kas desa (TKD) Desa Gayam, Kecamatan Gayam, seluas 13,2 hektar yang terkena proyek minyak Banyuurip. Sebab sampai saat ini proses yang dilakukan operator migas Blok Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL) belum ada titik terang.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bojonegoro, Soehadi Moelyono, mengungkapkan, untuk TKD Gayam memang harus melalui tahapan atau prosedur yang ada. Salah satunya proses pengumuman syarat dan kriteria lahan pengganti khusus di desa tersebut. Apabila ternyata tidak ada di desa Gayam, bisa dilakukan di desa lain dengan mempertimbangkan faktor kedekatan.

“Kedekatan dalam arti jarak antara tanah pengganti di desa tetangga ini tidak jauh dari desa Gayam,” tegas Soehadi kepada SuaraBanyuurip.com, Jum’at (20/12/2013).

Dia menambahkan, yang kedua adalah kondisi lahan yang harus lebih baik dari persyaratan atau criteria yang diajukan.  Yang lebih penting lagi adalah faktor keuntungan, yakni Desa Gayam tetap mendapatkan keuntungan.

Baca Juga :   Rapat DPRD Batal Pembangunan Terancam Molor

“Jangan sampai Desa Gayam tidak mendapatkan apa-apa jika lahan yang terpilih ada di desa seberang,” tandasnya.

Soehadi mengatakan, sistem tersebut masih bisa dilakukan sepanjang ada persetujuan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi. Sedangkan proses yang sedang berjalan sekarang ini masih dalam tahap informasi ke masyarakat.

“Jadi kita tunggu finalnya bagaimana. Kalau memang benar-benar tidak mendapatkan di desa Gayam kita ambil langkah tersebut,” tukasnya.

Terpisah, Kepala Desa Gayam, Pujiono enggan menanggapi permasalahan TKD di wilayahnya. Namun demikian, Pemerintah Desa Gayam sudah memberikan pengumuman kepada masyarakat  pada 11 November 2013 lalu.
“Masih mencari lahan pengganti,” jawabnya singkat melalui Short Message Service (SMS).(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *