SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan-Pembangunan jalan di bawah Jembatan Babat (under past) Lamongan, Jawa Timur telah selesai dua minggu lalu. Namun pembangunan itu justru menyebabkan banjir di ruas jalan nasional Babat. Hal itu dikarenakan air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar karena tersumbatnya drainase (saluran air) di sepanjang jalan tersebut.
Dari pantauan Minggu (22/12/2013), jalan under past dibawah Jembatan Babat masih tergenang air setinggi lutut orang dewasa. Akibatnya kemacetan lalu lintas tak terhindarkan. Kendaraan dari arah Tuban ke Jombang, Surabaya ke Bojonegoro dan sebaliknya tidak bisa berjalan normal karena harus bergantian lewat akibat genangan air.
“Dalam sejarah baru kali ini, jalan bawah jembatan banjir. Ini karena drainase disepanjang jalan buntu akibat pembangunan jalan,†kata Sopyan, salah satu tukang becak yang mangkal ditempat tersebut.
Sebelum pembangunan under past, di kanan kiri jalan terdapat drainase yang menjadi saluran air dan bermuara ke Rawa Semando.  Namun saluran itu tersumbat sehingga air tidak dapat mengalir dengan lancer.
Kondisi itu menjadikan warga Jalan Tambangan dan Jalan Raya Lama yang berdekatan dengan jalan underpast khawatir bila luapan air meluber kepemukiman mereka.
“Seharusnya pihak pelaksana proyek melakukan normalisasi drainase di sepanjang jalan bawah jembatan. Tapi ini tidak. Drainase tambah buntu dan pelaksana proyek pergi begitu saja,†ujar beberapa warga di temui di lokasi.
Dikonfirmasi terpisah, Camat Babat, Jarwito, mengaku, diawal pembangunan under past pihak pelaksana proyek yaitu Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V telah berjanji akan melakukan normalisasi sungai agar tidak terjadi banjir.
“Pihak pelaksana sudah saya ajak koordinasi diawal pembangunan under past dan menyanggupi akan membangun normalisasi drainase. Namun hingga pembangunan selesai belum ada tindak lanjut (pembangunan drainase),†kata Jarwito.
Seperti diketahui, jalan dibawah Jembatan Babat dikeruk sedalam 30 centimeter sepanjang 300 meter. Pembangunan under past dilakukan karena kendaraan kontainer sering terbentur saat melintas di bawah jembatan. (tok)