SuaraBanyuurip.com -Â Edy Purnomo
Tuban – Tak kurang dari 3.600 hektar tanaman padi milik petani di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, puso akibat terendam banjir luapan Sungai Bangawan Solo maupun banjir bandang. Ribuan hektar tanaman padi yang puso itu tersebar di sejumlah desa di beberapa kecamatan.Â
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Tuban, Suparno, mengatakan, padi puso itu terjadi setelah terendam setidaknya selama 4 hari. Terutama tanaman yang berada di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Solo di Kecamatan Soko, Kecamatan Rengel, Kecamatan Plumpang, dan juga Kecamatan Widang.
“Padi puso ini hampir merata karena intensitas hujan yang tinggi dan banjir. Sehingga banyak tanaman padi maupun yang lain terendam air,†jelas Suparno.
Selain di wilayah sekitar DAS Bengawan Solo, beberapa tanaman padi di kecamatan lainnya juga mengalami puso akibat adanya banjir bandang. Diantaranya berada di Kecamatan Merakurak, terletak di Desa Sumber, Desa Senori, Desa Tuwiri dan Desa Sembungrejo.
“Sebenarnya tidak akan terjadi puso apabila banjir tidak terlalu lama merendam tanaman,†ujar Suparno.
Selain padi, Dinas Pertanian juga mencatat ada 64 hektar tanaman jagung yang dipastikan gagal panen. Kesemuanya berada di Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.
Namun, Dinas Pertanian belum bisa memastikan berapa jumlah kerugian materiil dari pusonya padi ini. Alasannya, saat ini masih dilakukan inventarisir dan pendataan untuk kemudian akan melakukan pengajuan permohonan bantuan bibit ke pemerintah pusat.(edp)